Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ia yang hilang
Dari bingkai jendela kamar kecil itu, titik-titik air hujan masih tersisa, mengundang rindu akan mereka yang pernah hadir dalam hidup, lebih-lebih dalam hati.
Langit indah nan pekat, tidak terlihat bintang satu pun, hanya gedung-gedung menjulang tinggi yang memenuhi pandangan. Sesekali suara bising kendaraan terdengar dari jauh, sesekali angin datang menghampiri wajah yang termenung.
Terlintas satu kalimat dalam pikirnya "Perjalanan bukan hanya perihal tujuan akhir, tapi bagaimana dan dengan siapa kita menjalaninya"
Kalimat itu membuatnya merinding, pada akhirnya titik-titik air mengalir di kelopak matanya, serasa ada yang hilang, serasa ada ruang yang kosong, sepi sekali rasanya. Ah malam begitu kejam bagi mereka yang berusaha sembuh.
Ke mana perginya pribadi yang pernah begitu hidup, utuh dan penuh harap itu? Ke mana lenyapnya rona senyum dari bibir indah gadis manis itu? Ke mana lenyapnya pembawaan karismatik dari seorang perempuan yang penuh percaya diri dan percaya akan mimpi-mimpinya dulu?
Tuhan, jangan renggut cahaya dari gadis itu, biarkan dia terbang bersama mimpi-mimpinya, karena hanya itu satu-satunya yang ia punya, biarkan dia menjelajahi samudra dengan bekal semangat dan harapannya, dan semoga dalam perjalanan panjangnya, kau pertemukan dengan seseorang yang mampu mengusap air matanya, membasuh lukanya, menguatkan mimpinya, menyambung langkahnya, menggenggam erat jemarinya dan membimbingnya agar selalu kembali kepada-Mu.
Malam menjadi teman yang menemani proses belajarnya, belajar mengikhlaskan, belajar untuk tidak menggelisahkan takdir. Bahwa yang baik, akan dipertemukan dengan yang baik juga. Janji-Mu~
Bandung, 2 Mei 2026
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar