Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Maha Baiknya Allah
Rezeki tidak harus berupa materi atau uang, rezeki paling besar yang selalu kusyukuri adalah terlahir dalam keadaan Islam dan dipertemukan dengan orang-orang baik yang menuntun kita untuk terus berbenah dan bertumbuh. Buah dari doa, kebaikan dan kemurahan Tuhan.
Waktu itu aku bersama satu orang teman kelasku akan bertemu dengan dosen pembimbing tesis di sebuah Masjid di Jalan Sabang Kota Bandung. Kami memang rutin melakukan pertemuan di sana bersama dosen, entah itu bimbingan, bedah buku atau sekedar menghadiri undangan beliau untuk membahas banyak hal tentang hidup maupun study. Pak Syaiful Rahman namanya, seorang dosen Akuntansi yang punya spesialisasi di management accounting, behavioral accounting, dan cost accounting. Selain itu, beliau adalah pemerhati kebudayaan, menurut beliau, penguatan kebudayaan adalah salah satu cara atau jalan untuk mengatasi problem di bangsa kita hari ini. Aku ingat sekali di salah satu kelas bersama beliau, beliau sering menyatakan bahwa problem besar negara kita saat ini berputar pada 3 hal, pertama ketimpangan sosial, kedua ketergantungan terhadap asing dan ketiga budaya korupsi. Aku selalu menunggu jadwal belajar dengan beliau, bukan hanya tentang ilmu yang berkaitan dengan jurusan yang akan kami dapat di kelas, tapi jauh dari itu, yakni ilmu kehidupan, ilmu yang secara tersirat mengantarkan kami pada satu kesadaran diri bahwa hidup ini tujuannya adalah akhirat, tunggangi hidup ini untuk mendapat kedudukan yang tinggi di hadapan Tuhan. Semoga Allah lindungi beliau, panjangkan umur berkahnya sehingga semakin banyak orang-orang yang mampu merasakan kedalaman ilmu beliau serta dapat mengamalkannya.
Dalam pertemuan yang singkat itu, kurang lebih 50 menit di masjid pagi itu, aku menemukan jawaban atas apa yang aku cari selama ini, jawaban yang membuatku tenang, beliau mengajarkan tentang pentingnya ketetapan hati dan kepercayaan. Dua hal yang terlihat sederhana, tapi begitu berdampak dalam kehidupan. Dua minggu sebelumnya aku mendapat beberapa ujian, bagian dari dinamika studi magisterku. Tapi setelah dipikir-pikir, ujian itu tak seberapa jika dibandingkan dengan pelajaran yang Allah ingin tunjukkan dibaliknya. Pelajaran yang benar-benar merubah cara pandangku tentang kehidupan.
"Bapak setiap selesai sholat, selalu berdoa kepada Allah agar dituntun dalam memilih pilihan yang Allah ridhoi dan menjadi jalan bagi Bapak tetap berada pada jalan yang lurus"
"Ketika kita sudah memilih pilihan itu, maka berdoa lagi untuk diberikan ketetapan hati atas apa yang sudah dipilih. Di situ lah tugas manusia untuk berusaha sekuat tenaga agar pilihan itu terselesaikan dengan baik. Belajar sampai mentok, cari tau sampai mentok, ketika sudah mentok dengan segala usaha yang kita lakukan, baru kita bisa cari opsi yang lain. Tapi selama kita belum mencobanya kemudian langsung bilang nggak bisa, itu perlu dipertanyakan"
"Ilmu tentang ketetapan hati ini penting dalam setiap aspek kehidupan, misalnya dalam memilih pasangan hidup, ketika kita sudah memilih, maka tetapkan hati untuk menjadi pasangan terbaik, dengan memaksilkan peran atau kewajiban sebagai pasangan, bukan mendahulukan ekspektasi tentang hak, tetapi sekali lagi kewajiban. Bayangkan jika pasangan suami dan istri punya pola pikir seperti itu, maka keduanya akan sama-sama berusaha untuk memaksimalkan kewajiban mereka kepada pasangan, secara tidak langsung keduanya akan mendapat haknya dengan sempurna"
"Segala usaha yang kita lakukan untuk memaksimalkan kewajiban terhadap pasangan bukan karena pasangan kita, tapi karena perintah Allah, kita tidak sama sekali punya urusan dengan manusia, tapi kita hanya punya urusan dengan Allah, hanya mengharap balasan darinya"
Seingatku, masih banyak hal yang beliau sampaikan pagi itu, dilengkapi dengan cerita-cerita inspirasi tentang ketetapan hati dari orang-orang yang beliau kenal dalam perjalanan hidupnya. Nasehat-nasehat serta cerita-cerita itu membuatku sekali lagi sangat bersyukur atas nikmat pertemuan itu. Dalam perjalanan pulang, air mataku tak mampu lagi aku tahan, tanpa mengeluarkan suara, aku menangis di atas motor, betapa leganya hatiku, betapa maha besarnya Allah dengan segala hikmah-hikmah yang ia berikan dalam perjalanan hidupku. Ya Allah selalu kelilingi hamba dengan orang-orang sholeh sholehah.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar