Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...


Apakah kamu pernah membayangkan,

suatu hari nanti, entah kapan, entah kau masih bernyawa atau tidak, perjuanganmu hari ini yang begitu sunyi, hanya kau dan tuhanmu yang tau, kau menangis merintih memohon kekuatan dan kemudahan dari Tuhanmu di bawah atap kos sederhana berukuran 3x4 meter itu, kelak akan menjadi cerita yang menguatkan orang lain.

Apa yang kau jalani dalam diam itu akan menjadi cahaya bagi jiwa-jiwa yang hampir menyerah. Maka apa pun profesimu nanti, tetap lah menulis. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Kita berharap, bahwa di kehidupan yang setiap detiknya memiliki kemungkinan untuk dipanggil kembali ke pangkuannya, ada setitik bekas yang kita tinggalkan, bukti bahwa kita pernah ada, bukti bahwa kita pernah berfikir dan ingin bermanfaat.

Menulis bukan soal ingin dipuji atau mendapat gelar sebagai penulis, tapi ia adalah ladang yang berisi tanaman-tanaman kebaikan dan kebermanfaatan untuk kita berikan kepada siapapun yang ingin memetiknya. Sehingga setiap kali orang menikmatinya, kita pun ikut tersenyum di pangkuan tuhan, as simple as that.

Kita mungkin menyadari dan sering termenung, kontribusi apa yang bisa kulakukan dengan keterbatasan yang ku punya? Dan dengan kesadaran penuh, aku ingin menjadi penulis, yang semoga di setiap baitnya tersampaikan dengan baik kepada pembacanya, yang di setiap kalimatnya mampu menyalakan bara api semangat untuk jiwa-jiwa yang hampir menyerah.

Komentar

Postingan Populer