Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

CERITA KITA



14-02-2024

Hari yang menyadarkan dan mencerahkan, bahwa harapan tak selamanya menjelma nyata, sumpah yang diucap atas nama tuhan tak selamanya dapat dipercaya, manisnya kata dan tindakan tak menjamin ketulusan.

Hari ini aku seperti tubuh yang kehilangan ruh nya, hilang dan lenyap bersama kepercayaan, harapan, mimpi, cita-cita dan masa depan yang sudah lama ku rajut sedikit demi sedikit dengan susah payahnya.

Sudah ku upayakan menerima segala takdirnya, sudah ratusan kali ku usap dada ku dengan lembut, sudah ku seka air mata yang tak hentinya mengalir, sudah ku peluk tubuh ini dengan sekuat tenaga, memastikan luka yang menganga didalamnya tertutup rapat bahkan sudah ku tahan-tahan suara ini agar tak satu orangpun tau betapa tersiksanya kehilangan harapan dan cinta.

Entah berapa lama luka ini akan mengering, entah berapa lama kepercayaan itu akan tumbuh kembali, jikapun akan tumbuh. Aku pun belum sanggup rasanya melanjutkan hidup yang sudah porak-poranda ini.

Kekecewaan yang hadir bukan lagi karena penghianatan, tapi perihal kepercayaan yang lenyap dengan sekejap mata.

Bangunan yang sudah kokoh berdiri, terhitung beberapa tahun lagi akan siap untuk dihuni, tapi hancur lebur, yang tersisa hanya puing-puing kebencian, kemarahan, kekecewaan, ketidakpercayaan dan rasa penyesalan.

Tapi aku bersyukur, lewat kejadian ini aku belajar tentang rasa sakit. Lewat momentum ini Tuhan membuka mata dan hati ini, bahwa sebaik-baik pengharapan hanya kepadanya.

Bersyukur pernah mencintai seseorang dengan sangat tulus dan hebatnya. Terimakasih sudah memberikan banyak pelajaran dalam proses pendewasaan diri ini.

Semoga tidak butuh waktu lama untuk berdamai dengan keadaan, rasa sakit dan kehilangan ini. Maafkan atas segalanya, maafkan Tuan putri mu ini Tuan. RIP

Untuk yang sedang berjuang di titik terendah dalam mengikhlaskan, semoga Allah menghadirkan bahagia disetiap langkah kehidupan di masa depan. Bagaimanapun sakitnya, hidup harus terus berjalan.


Komentar

Postingan Populer