Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

BE THE NEW YOU



Be the New You

Kalimat yang menjadi representasi pribadi yang ingin berubah.

Diumur yang sudah menginjak 23 tahun ini, rasanya sudah cukup matang untuk menentukan kearah mana kita memilih jalur kontribusi.

Ada mereka yang memilih menikah muda dan mengabdikan diri untuk keluarga.

Ada yang sedang berjuang menyelesaikan study.

Ada yang sedang bekerja sambil mempersiapkan study lanjut, kompleks.

Namun, apapun pilihan peran yang akan dilakoni nanti, persiapan dan kemantapan jiwa adalah sesuatu yang wajib diusahakan.

Saya selalu tertarik dengan kata "perubahan" Orang bijak mengatakan bahwa perubahan besar adalah akumulasi dari perubahan-perubahan kecil yang senantiasa kita pupuk dengan konsistensi.

Bagaimana perbaikan peradaban dimulai dari perbaikan individu, perbaikan keluarga dan perbaikan masyarakat.

Sebagaimana seorang perempuan, tentu orientasi perubahan kita selain berusaha menjadi hamba terbaik adalah kita mendamba di rahim kita akan lahir ulama-ulama besar, pemimpin-pemimpin adil, diplomat-diplomat beradab, maka ibunya harus baik dan hebat dulu. Karena teko yang kosong tidak akan mampu menuangkan air pada gelas. Kita mendamba melahirkan generasi yang akan menambah bobot pada bumi Allah ini dengan kalimat la Ilaha Illa Allah.

Ketika diri kita sudah baik, maka akan terbentuk keluarga yang baik, dari keluarga yang baik akan terbentuk susunan masyarakat yang baik pula. Karena saya rasa, hampir sebagian besar permasalahan sosial hadir karena fungsi keluarga yang tidak terlaksana dengan baik.

Untuk memaksimalkan peran, tentu ada persiapan sebelumnya

Pertama, dari aspek jasadiyah. Seorang muslim harus sehat, karena dengan rasa yang sehat, kita akan leluasa menebar banyak manfaat untuk sesama.

Kedua, aspek fikriyah. Sebuah gerakan yang tidak didasari pengetahuan maka gerakan itu akan mudah roboh. Seorang muslim ideal adalah mereka yang senantiasa meng upgrade ilmunya.

Ketiga, aspek ruhiyah. Sama seperti halnya fikriyah dan jasariyah. Ruhiyah juga butuh asupan makanan berupa zikrullah dan kebutuhan menghamba kepada sang pemilik hati.

Semoga Allah mampukan

#Pandangan_hidup

#Muslimah

#Rahim_peradaban

Komentar

Postingan Populer