Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BE BREAVE, BE READY WITH HIJAB
Kalau kita berbicara masalah perempuan saya selalu teringat dengan apa yang disampaikan oleh Bung Hatta, dia menyatakan bahka ketika kita mendidik seorang anak laki-laki berarti sama halnya kita sedang menyiapkan seorang pemimpin, namun ketika kita mendidik dan membesarkan anak perempuan, sama halnya kita sedang menyiapkan satu generasi. Karena perempuan adalah ujung tombak lahirnya generasi hebat.
Kemudian dalam konteks keluarga, perempuan diibaratkan sebagai akar dalam struktur pohon keluarga, ia mampu memberikan nutrisi, vitamin ke batang, daun dan buah bagi keluarganya.
Dulu sebelum islam datang, perempuan dikubur hidup-hidup. Perempuan dianggap sebagai nenek sihir, perempuan dianggap aib dalam keluarga bahkan status perempuan ini dipertanyakan, apakah ia adalah seorang manusia atau tidak. Dari saking hinanya perempuan sebelum cahaya islam itu datang.
Islam adalah agama yang menyeluruh, sumuliatul islam, yang tidak hanya saja mengatur tentang sholat, puasa dan zakat. Tetapi semua diatur dalam islam, baik itu tentang politik, social ekonomi, budaya yang dimana ibadah dan akhlak adalah bangunannya, atapnya adalah jihad fissabilillah, tidak ada agama yang paling mendorong umatnya untuk belajar selain islam. Bahkan perintah belajar ini berlaku sampai ajal menjemput kita.
Perintah hijab bukan hanya saja tentang menutup aurat, tetapi ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada kita sebagai seorang perempuan dalam islam. Dan Allah akan mengenali kita dengan hijab yang menutup indah tubuh kita. Jilbab menjadi ciri khas perempuan beriman.
Berbanggalah menjadi seorang muslimah, tidak ada yang membatasi peran aktif muslimah di sector manapun kita berjuang. Selagi kita mampu, selagi kita punya kapasitas, mari berkarya. Bahkan diranah-ranah strategis pengambilan kebijakan pun kita sangat dibutuhkan 30% keterlibatan perempuan. Keterlibatan kita dimanapun itu, jadikan sebagai jalan jihad kita untuk menjadi sebaik-baiknya hamba. Jangan sampai ada terbesit dalam hati kita untuk mendapat tempat dihati manusia sedangkan ridho Allah tidak kita dapat.
Kemarin saya membaca buku Bunda Niken yang berjudul Pengabdian Cinta Bunda Niken. Bagaimana beliau tetap bisa berkarya, berkontribusi dengan hijabnya. Menjadi pimpinan tertinggi di lembaga-lembaga strategis di NTB. Menjadi orang berpengaruh di NTB, tentu ini menjadi syiar beliau untuk umat.
Kemudian kita perhatikan ketua DPR Provinsi NTB adalah seorang muslimah, buk Isvie. Jadi tidak ada alasan kita tidak berhijab. Kita takut tidak bisa sukses karena tidak berhijab. Justru hijab itu sebagai penanda/ciri khas kita sebagai seorang muslimah.
Belajar dari kisah hijrah ustadzah Oki Setiana Dewi, ketika beliau kuliah di UI jurusan sastra, puluhan casting beliau ikuti. Namun belum ada rezekinya, nah ketika beliau mengikuti casting di flm ketika cinta bertasbih beliau Lolos, namun pada saat itu belum ditentukan tokoh mana yang akan di mainkan. Mereka semua diasramahkan dulu beberapa bulan. Tibalah saatnya peran dibagikan, ustadzah oki tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapat peran ana, wanita muslimah yang sangat sholehah, sedangkan pada saat itu beliau belum berhijab. Setelah itu beliau memutuskan untuk berhijrah dan berhijab. Banyak ujian yang datang, puluhan tawaran flm datang ke beliau namun dengan satu syarat, Ia harus melepas jilbabnya. Ketika beliau menolak, tidak sedikit orang yang mencibir beliau dengan menyatakan “kamu tidak akan bisa sukses dengan jilbab mu itu” namun dengan keistiqomahan beliau, akhirnya apa yang kita lihat sekarang, beliau menjadi salah satu muslimah yang menginspirasi banyak orang hingga detik ini.
Allah mengeluarkan kita dari perut ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, kemudian Allah memberi kita penglihatan, pendengaran dan hati agar kita belajar dan bersyukur (Q.S An-Nahl : 78)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar