Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...


Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan yang saling mencintai, tetapi lebih dari itu, pernikahan juga menyatukan dua keluarga.

Bukan perihal kamu, tapi tentang aku yang tak pernah mampu melawan ketakutan pikiran sendiri.

Seiring bertambahnya pengalaman, ilmu, lingkungan baru, orang-orang yang ditemui, semua akan membentuk kita menjadi pribadi yang berbeda. Karena kita adalah akumulasi dari pengalaman, ilmu, buku bacaan dan orang-orang yang kita temui setiap harinya.

Aku tak percaya diri

Jika nanti yang kau mau seperti aku lagi

Aku tak percaya diri

Jika tetap aku yang menjadi wanita satu-satunya tanpa ada pilihan lain.

Latar belakang keluarga yang berbeda.

Kesenjangan ekonomi

Pendidikan yang tak seimbang

Semua berkecamuk dalam pikiran

Aku boleh ragu?

Aku boleh berpikir sejenak?

Jutaan tanda tanya berseliweran di kepala, belum selesai satu, melintas lagi yang lain.

Apakah aku pantas untuk mendampingimu?

Apakah aku siap mendengar keluarga ku direndahkan?

Apakah aku siap melihat perlakuan yang menyinggung?

Apakah aku siap akan konsekuensi dari apa yang aku ambil hari ini?

Ribuan pertanyaan terus saja merayu untuk dijawab, tapi rasa-rasanya aku belum sanggup untuk lebih dalam memikirkan dan secepat mungkin segera ku hapus.

Baru sedangkal ini rasanya tak karuan, begitu hancur jika harga diri keluarga di injak-injak.

Aku ingin melabuhkan bakti ku kepada ia yang mampu menghargai, menyayangi tanpa harus melihat latar belakang ekonomi semata.

Aku lahir dari rahim keluarga yang sederhana,  anak perempuan yang ingin menjadi baik, merubah nasib keluarga dan mampu menjadi Nur di tengah-tengah keluarga.

Lantas cita-cita besar itu sekejap menjelma menjadi silet yang sangat tajam, yang menggores seluruh badan jika ada yang mulai memandang sebelah mata.

Ya Allah bagaimana pun kami, sekurang-kurangnya kami, atas izin mu, atas takdirmu sampaikan hamba pada titik dimana hamba bisa mengangkat derajat keluarga hamba di dunia dan akhirat. 

Pertemukan hamba dengan ia yang mampu menerima segala kurang ini dengan kelapangan hati dan kedalaman cinta kepadamu.



Komentar

Postingan Populer