Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yuk Bercermin
Dalam islam, manusia sebagai seorang hamba memiliki kewajiban beribadah kepada Allah baik laki-laki maupun perempuan. Dua-duanya memiliki kewajiban yang sama. Kita sama dihadapan pencipta, tak ada pembeda selain amal ibadah.
Dalam islam, kita mengenal Rosulullah SAW sebagai roll model utama. Seorang mulia pembawa risalah islam, manusia dengan predikat terbaik akhlaknya.
Rasulullah bersabda, “Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid dan Asiyah.” (HR. Hakim dan Muslim).
Tentu ada banyak pelajaran dan suri tauladan yang bisa kita ambil dari ke-4 wanita mulia ini. Baik melalui keteguhan hatinya, perjuangannya, sabarnya, cerdasnya, yah semua itu adalah bentuk jihadnya kepada Allah SWT.
Ketika menjadi seorang anak, patutnya teladan terbaik kita adalah akhlak Fatimah binti Muhammad.
Ketika beranjak dewasa idola kita sepatutnya adalah Maryam binti Imran.
Ketika menjadi istri teladanilah akhlak dan perangai ibunda khodijah binti khuwailid.
Ketika mendapat ujian berupa suami yang ingkar, maka teladanilah Asiyah istri Firaun.
Roll model muslimah seharusnya adalah mereka dan sahabiyah-sahabiyah yang turut berjihad dijalan Allah.
Hari ini kita dihadapkan dengan realita zaman bahwa sosok yang diagung-agungkan adalah para artis korea, K-Pop dan lain sebagainya. Lantas yang menjadi pertanyaan nya adalah, kenapa bisa seperti itu? Karena orientasi, pengaruh tekhnologi hari ini mengarahkan kita pada orientasi materialistik, duniawi, semua diukur dengan keindahan mata. Sesuatu yang bisa dilihat, kagumnya akan muncul ketika melihat mereka yang glowing, cantik, kaya, langsing dan masih banyak sekali. Dan itulah realitasnya.
Apakah ini tak dapat dikategorikan sebagai sebuah kemunduran moral? Ketika yang diagung-agungkan adakah fisik, harta dan tahta.
Ditengah hura hara akhir zaman, ternyata ayat-ayat Allah akan selalu hidup. Akan ada sebagian dari manusia yang tetap taat menjalankan sebaik-baik perannya di Bumi Allah.
Saya ingin berbagi kepada siapapun yang membaca tulisan ini tentang dua perempuan hebat yang darinya terpancar Akhlakul Karimah.
Menyuguhkan ketenangan setiap kali bertemu. Isi pembicaraan tak ada yang sia-sia.
Selalu melibatkan Allah dan rosulullah pada setiap tindakan, perbuatan, ucapan.
Tidak diragukan lagi, akhlak menempati posisi utama pembeda nilai seorang manusia.
Alhamdulillah, berada dalam barisan ikhwah adalah kenikmatan yang tak dapat digadai dengan apapun, andai ada tawaran salah satu nikmat ini Allah ganti dengan nikmatnya jabatan dan tahta, Wallahi jalan ini lebih aku pilih. Karena didalamnya terdapat kehangatan ukhwah, cinta dan kasih karena Allah SWT.
Dua muslimah sholehah, seorang istri dan seorang ibu. Kami akrab memanggil mereka kaka. Kaka yang selalu kami repotkan, ditengah kesibukan menjadi seorang istri dan ibu, mereka selalu meluangkan waktunya untuk berbagi dan menyalakan kembali iman-iman dalam hati kami.
Kami bukan saudara, kami tidak saling kenal, tapi atas nama Allah kami bertemu dan saling mencintai layaknya ibu dan anak. Pertemuan yang mahal, bagaimana tidak?ketenangan, kedamaian dan kesejukan hati kami dapati dilingkaran sederhana ini, mengkaji ayat-ayat Allah, mengambil hikmah dari kisah sahabiyah, merenungi setiap jejak langkah yang terlewat, semuanya atas dasar mengharapkan ridho Allah SWT.
Orang sholehah itu berbeda hawa nya, teduh wajahnya, santun sikapnya, baik perangainya dan selalu terpancar cahaya kesejukan disetiap jejaknya. Masyaa Allah tak henti-hentinya hamba memohon kepada mu ya Allah agar engkau jadikan hamba ini sholehah.
Hamba ingin memaksimalkan sisa umur hamba untuk menjadi istri dan ibu sholehah, belajar untuk menjadi sebaik-baiknya hamba, hanya mengharap ridhomu.
Sampaikan umur hamba ya Robb
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar