Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cinta Sebelum Halal? Menyedihkan
Cinta sebelum halal ialah hal menyedihkan. Please believe me, kebodohan yang disengaja adalah menempatkan hati pada seseorang yang belum pasti.
Meletakan perasaan cinta dan kasih kepada ia sebelum akad. Aku curiga, apakah ini memang cinta atau nafsu?
Nafsu yang membunuh mu secara perlahan. Meredupkan semangat bertuhan bahkan membuat mu malu untuk kembali menjadi sebaik-baiknya hamba.
Konon nikmat, sangat nikmat ketika berjumpa. Tapi apakah kalian sadar, setelah perjumpaan itu Allah kirimkan rasa was was, hampaaa yang tiada berkesudahan.
Fitrah kita adalah seorang hamba. Yah Kita adalah seorang hamba, ketika kita berbuat maksiat, getaran hati kecil kita akan mengantarkan perasaan bersalah. Hati kecil kita akan menolak.
Tapi mereka selalu saja menolak kebenaran demi sebuah kenikmatan sesaat yang membinasakan.
Ayat-ayat Allah itu hidup, kemaksiatan selalu sepaket dengan kegelisahan.
Kau memang bodoh, Allah cukupkan bagimu nikmat, Allah beri segala yang engkau pinta, nikmat mana lagi yang engkau dustakan?
Pertanyaan nya, apa yang kita beri untuk Allah? Sholat masih bolong, sholat diakhir waktu, lupa bersyukur, belum menutup aurat, bermaksiat lagi.
Ya Allah, kami memang pendosa yang ulung. Dimata manusia lain kami adalah orang yang sholehah, dipuji, diikuti bahkan disanjung.
Tapi apalah nilainya semua penilaian manusia itu jika sebenarnya kami jauh dari mu dan hati kami hampa?
Bahkan menangispun kami malu ya robb, dari saking hinanya kami.
tapi saya selalu percaya, bahwa Allah maha pengampun.
Maka jangan putus asa dari rahmat Allah,
_“Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)”_ (QS. Az Zumar ayat 53-54)
Hampa ya Robb, ampunilah pendosa ulung ini. Jangan kau ambil nyawa kami dalam keadaan kami sedang bermaksiat kepada mu.
Ambilah nyawa kami dalam keadaan kami sedang bersujud dan mencintai mu sedalam-dalamnya.
_Reminder dari si pendosa ulung untuk dirinya_
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar