Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

B.E.L.I.E.V.E


Trust your self and trust your vision.

Konon, ada seorang muslimah yang bermimpi masuk syurga lewat jalur istri Sholehah.

Berharap bisa menjadi idola terbaik bagi anak-anaknya kelak, yah menjadi the best Mom.

Bermimpi, kelak anak laki-laki nya akan berkata my Mom is a standard for a girl. She is my the best teacher. She should be a muslimah, smart, soft and mature.

Bermimpi melahirkan dan mendidik anak yang kelak akan diarahkan menjadi ulama-ulama besar, penulis-penulis hebat, ilmuwan-ilmuwan yang kompoten di bidangnya, pemimpin-pemimpin amanah dan hafidz hafidzah penyejuk jiwa.

Ia punya mimpi mulia yang dari mimpi ini ia sadar bahwa dirinya pun harus mulia dengan berbekal ilmu.

Tapi sungguh disayangkan, rutinitas, hari-hari, detik demi detik di masa mudanya ia habiskan untuk sesuatu yang sedikitpun tidak berorientasi pada mimpinya. Scroll media sosial berjam-jam dan waktunya habis dengan pekerjaan-pekerjaan biasa.

Sering, sangat sering ia menangis karena merasa lelah dengan dirinya sendiri, merasa kecewa, ia buang-buang waktunya untuk hal sia-sia. Ia merasa belum selesai dengan dirinya, masalah bukan dari hal eksternal, tapi masalah terbesar berasal dari internal dirinya sendiri. The biggest enemy is yourself.

Bagaimana mau melahirkan ulama-ulama besar jika calon ibunya tak menghargai waktu?

Bagaimana mau melahirkan pemimpin-pemimpin jujur dan amanah jika ibunya sibuk dengan rutinitas yang biasa-biasa saja?

Maksiat sana sini, sholat tak tepat waktu, bangun tidur kesiangan, bagaimana?

Ia sadar, bahwa habits buruk itu akan membunuhnya, ia tak akan mampu melakukan apa-apa, ia tak akan mampu menghasilkan apa-apa, hanya rasa cemas, gelisah, capek yang menggerogoti hati dan pikirannya.

Apakah Allah akan ampuni? Ia yang melampaui batas, Ia yang bermimpi menjadi sebaik-baiknya hamba ini, tapi terusss saja jatuh pada lubang dosa yang sama. Apakah ada secercah sinar hidayah yang akan menyinari nya?

Saya yakin, ampunan itu bersama mereka yang bertaubat, hidayah itu ada bagi mereka yang bersungguh sungguh.

Bukankah Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang bertaubat daripada orang sholeh yang merasa suci?

Demi Allah, ia sangat ingin menjadi istri Sholehah, ibu terbaik, meraih ridho Allah dengan memaksimalkan fitrah perempuan nya.

Menyadari betapa mulianya dirinya dalam balutan agama yang sempurna ini. 

Seperti diawal tulisan ia ingin merawat generasi, sebagai seseorang yang dinobatkan sebagai tonggak dari peradaban, ia ingin kelak dari rahimnya akan lahir pemimpin-pemimpin amanah, ulama-ulama yang jujur, ilmuwan-ilmuwan hebat nan sholeh serta Hafizh-hafidzah yang menjadi Qurrata'Ayun bagi orang-orang disekitarnya.

Menjadi inspirator utama bagi generasinya kelak dengan niat meraih ridho-Nya.

You aducate a man, you aducate a man. You educate a women, you aducate a generation.

Semangat memperbaiki diri dengan memperbaiki kebiasaan-kebiasaan kecil, because habits make up our lifestyle.

Komentar

Postingan Populer