Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

The Power of Think


_Akhir-akhir ini, apa yang sedang kamu khawatirkan? Apakah sesuatu yang seharusnya mudah tapi engkau masukan ia dalam pikiranmu dan terasa sangat sulit? Ubah cara pandangmu, isi ruang pikirmu dengan kata bisa, maka atas izin tuhan, semesta akan merealisasikan apa yang engkau pikirkan _

--Surya Arafah--

You are what you think and you are what you believe. Begitulah kata mentor saya yang begitu saya ingat dan resapi.

Berpikir bisa adalah senjata yang harus dimiliki oleh semua orang, terutama kamu yang sedang membaca buku ini.

Mereka yang berpikir bisa akan lebih powerfull dalam menjalankan harinya. Karena pikiran akan menjelma kata, kata menjelma perilaku, perilaku menjelma kebiasaan dan takdir kita adalah kebiasaan kita.

Sejarah sudah merekam dan sejarah sudah mencatat, bahwa orang-orang hebat yang kita temui diluaran sana adalah mereka yang memilih untuk berpikir bisa.

Kita adalah apa yang kita pikirkan, dan kita adalah apa yang kita percaya.

Berbeda hasil kerja dan perjuangan mereka yang menanamkan optimisme dalam bergerak dan mereka yang selalu pesimis dalam berkarya.

Itulah mengapa Jean Marais sahabat nya Minke dalam buku bapak Pram menyatakan bahwa seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikiran apalagi tindakan.

Pikiran kita terpengaruh dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan. Hati-hati dengan tontonan kita, bacaan kita dan lingkungan kita, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan pembentukan karakter.

Jangan sesekali mengutuk diri dalam kegelapan, jangan pernah kalah dengan keadaan, jalan begitu luas terbentang, disetiap kegelapan akan ada cahaya walaupun secercah, meski hanya diujung lorong, atau bahkan didalam pikiranmu sendiri.

Pikiran positif adalah dorongan positif, semenjak saya mengetahui kekuatan dari sebuah pikiran, sebisa mungkin saya memperbaiki tontonan, buku bacaan dan teman diskusi saya. Karena memang tidak bisa dipungkiri, ini sangat berpengaruh.

Sebelum tidur saya selalu berpikir, bahwa besok harus lebih berarti dari hari ini. Setelah meyakinkan diri dengan kekuatan pikiran, saya mulai menulis apa saja yang ingin saya kerjakan esok hari. Kegiatan menulis ini sebagai aktualisasi dari pikiran. Barulah hari kita akan tertata dan berwarna.

Coba aja dulu.....Walaupun kadang...

Mudah terucap oleh bibir, tapi sulit terlaksana oleh raga, butuh perjuangan dan konsistensi yang luas. Setiap kemalasan melanda, tanyakan pada dirimu, apakah mau seperti ini terus?

Hidup dengan pikiran kerdil dan kebiasaan ini terus? 

Apakah kita sudah menjadi raja atas pikiran kita, atau bahkan menjadi budak pikiran?

Benar apa yang dikatakan seorang guru kepada saya, bahwa hidup itu tergantung bagaimana kita memandangnya.

Kalau kita memandang hidup ini sebagai tujuan, maka orientasi kita akan bernama tujuan. Namun jika kita memandang dunia tempat memburu bekal, maka orientasi kita adalah memperbanyak bekal. Yah semuanya tergantung pikiran dan cara pandang kita terhadap sesuatu.

So, mulai hari ini dan detik ini juga berpikirlah yang positif-positif. Berpikirlah bisa, bisa dan bisa. 

Muncul pertanyaan lagi, apakah hanya cukup berpikir bisa? Tentu tidak, ini hanya awal dari langkah kecil kita untuk merubah hidup.

Perbaiki habit mu, perbaiki sholat mu dan lihat apa yang terjadi pada hidup mu.

Komentar

Postingan Populer