Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Me Time Terbaik


Ahad, 5 Maret 2023

Dan memohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan Shalat itu sesungguhnya berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Q.S Al-Baqarah ayat 45)

Akan ku ceritakan sedikit bagaimana aku dan rumah keduaku bertemu dan hatiku bertaut padanya.

Maha besar Allah yang mengetahui mana yang baik untuk hambanya. Aku memujimu ya Allah. Disaat hati dan pikiran hampir penuh dengan perkara dunia, sesak rasanya. Sangat

Bagi seorang anak rantauan seperti saya yang jauh dari pengawasan orang tua, kadang diri mengindahkan kemalasan yang melanda. Dengan dalih selama Senin-Jumat ini sudah sangat lelah bekerja, pergi pagi pulang sore, begitu terus. Layaknya roda yang tak pernah berhenti berputar. Sangat membosankan, ditambah dunia kerja yang sangat tidak menyenangkan, persaingan antar sesama kerja, senioritas, relasi kuasa, ahhhh hanya Allah tempat bersandar.

Tapi ada bagian jiwa yang menelisik dan menepis segala rasa, rasanya hati dan pikiran ini perlu disirami dengan percikan semangat menyembah, kembali lagi pada fitrahnya sebagai seorang hamba yang memiliki tuhan tempat ia tautkan hidup dan matinya.

Aku berlindung kepala mu ya Allah dari segala rasa malas dan was was yang merasuk dalam jiwa.

Saya meyakini bahwa ditengah cobaan yang datang silih berganti, Allah beri kita kesempatan untuk menikmati indahnya mengadu dan tenggelam pada lautan kasihnya. Merasakan pelukan dan seolah-olah ada dzat yang mengelus-elus kepala kita.

Mengadu layaknya seorang anak kepada ibu, sosok yang kita anggap paling mengerti.

Me time terbaik adalah tentang pikiran dan hatimu bertaut dan berada pada tempat dan suasana ternyaman.

Merefleksikan kembali sejauh mana kebiasaan-kebiasaan yang kita pelihara dapat menunjang visi besar itu.

Tentang memberi ruang untuk diri, membiarkan udara segar masuk pada rongga-rongga hati.

Melonggarkan yang sesak dan melapangkan yang terasa sempit.

Merefleksikan perjalanan dari hari-hari yang terlewati, memilah dan memilih kembali rutinitas yang harus ditingkatkan dan ditinggalkan.

Me time sejatinya adalah waktu dimana kita bertanya pada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan untuk agama yang di yakini, sejauh mana usaha untuk menjadi sebaik-baiknya hamba, sepanjang apa sujud memohon, sudah sebaik apa akhlak, apakah kita sudah berusaha tidak menyakiti hati saudari yang lain?

Kita diberi anugerah hidup, sehat dan berkecukupan. Allah mudahkan segala urusan dan kita masih saja tidak bersyukur. 

Kita hidup di Bumi Allah tanpa sedikitpun sadar, bahwa tugas kita hanya beribadah (amar makruf nahi mungkar), bukan untuk menyakiti hati saudari kita. Ingatlah, Allah maha adil dan Allah maha mengetahui segala isi hati.

Sebaik-baiknya obat penenang adalah kembali kepada Allah, sandarkan hati mu kepada Allah, merengeklah, tumpahkan semua apa yang engkau rasa. Bismillahi tawakaltu Allallah la haula wala kuwwata illa billahilaliyul adim.

Nikmat sekali ya Allah, mungkin ini cara engkau merangkul kami lebih dekat dengan mu, cara engkau mengetuk kembali hati kami, ternyata tiada dzat yang lebih baik untuk mengadu, selain daripada mu ya Robb.

Me time terbaik, adalah bersujud kepada mu.

AstagfirullahalAdim, ampunilah kami yang melampaui batas ini ya Allah.

Komentar

Postingan Populer