Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Hidup Tergantung Bagaimana Kita Memandangnya


Ada sebagian orang yang harinya berlalu begitu saja tanpa arah dan tujuan yang terencana, ada juga mereka yang mengupayakan setiap jejak yang terlewati harus syarat akan makna dan kontribusi. Begitulah, hanya mereka yang berpikir dan sadar yang mampu melahirkan karya dan kontribusi besar untuk peradaban.

Penjagaan Allah akan diri yang hina ini begitu ketat, ditengah banyak maksiat yang diperbuat, Allah begitu baik selalu memberi sinyal pada setiap ujian kehidupan. Sinyal untuk kembali, untuk sujud lebih lama lagi, mengadu dan menangis tersedu-sedu layaknya anak kecil meminta mainan kepada ibunya.

Beruntung sekali rasanya selalu didekatkan dengan orang-orang sholehah, sebagai perisai pengingat diri.

Namun itulah manusia, tak dapat dinafikkan, setelah bertaubat, berbuat lagi, bertaubat lalu berbuat lagi. Ya Allah ampunilah kami yang melampaui batas ini.

Disaat hati dan pikiran hampir penuh dengan perkara dunia, sesak sekali rasanya. Kalau bukan karena iman, rasa-rasanya sungguh berat untuk dijalankan. 

Hanya sekali dalam sepekan pertemuan khidmat yang sangat dirindukan. Saya tak mampu membayangkan jika tidak berada dalam lingkaran ini. Maha besar Allah.

Para sahabat nabi sebagai manusia-manusia pilihan dan terbaikpun tetap berguru, apalagi kita manusia biasa yang berlumur maksiat.

Duduk melingkar, merefleksikan kembali kisah teladan terbaik sebagai roll model kehidupan, menghidupkan ayat-ayat Allah, mendengar wejangan yang berlandaskan Al-Qur'an dan hadist, rangkulan hangat sesama karena iman, ketentraman jiwa adalah kenikmatan yang tidak ada tandingannya. 

Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi nasehat mentor saya tentang kunci keberkahan hidup yang bisa kita amalkan. Semoga Allah limpahkan kebaikan atas guru-guru kami. 

1. Sholat tepat waktu

2. Tahajjud

3. Dhuha

4. Tilawah Al-Qur'an

5. Bersedekah

6. Istighfar setiap saat, terutama di waktu sahar.

7. senantiasa menjaga wudhu

Mari kita menghisap diri kita, walaupun langkahnya begitu lambat atau sesekali mundur, tapi tetaplah berada dalam jalan ini. Allah maha melihat dan Allah maha mengetahui isi hati. 

Tugas kita hanya mengupayakan yang baik-baik, jadi orang baik, bersihkan hati dari perkara-perkara yang Allah benci. Dengan apa? Banyak istighfar, mengingat Allah, mengingat bahwa hidup ini hanya sekali, berarti/celaka, lalu mati.

Sia-sia sekali rasanya ketika hidup yang sekali, anugerah nafas yang tak ternilai hanya dihabiskan untuk membenci, mencela, mendengki orang lain.

Fastabiqul Khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan adalah jalan kita, ridho Allah adalah tujuan kita.

Saya selalu percaya, bahwa pandangan hidup menentukan bagaimana takdir kita. Kita akan dipertemukan dengan jalan-jalan kebaikan selama kita menginginkan kebaikan. Maha besar Allah yang maha mengetahui isi hati.

Hidup ini simple banget, bersyukur atas segala yang ada, bersabar atas segala yang belum kita miliki dan ikhlas atas segala ketetapannya.

Allahumma inni asaluka Husnul khatimah,

Allahummarzukni taubatannasuha qoblal maut, 

Allahumma Ya muqollibal quluub tsabitc qolbi ala dinnik🤲🏻

Komentar

Postingan Populer