Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Kita Hanya Hamba


Mimpi....

Adalah kunci

Untuk kita menaklukkan dunia

Berlarilah tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya

(Nidji, laskar pelangi)

Malam yang cukup syahdu untuk merenungkan perihal jejak langkah yang berlalu, bintang bertabur riuh dengan redupan cahayanya, angin melambai-lambai tenang dan diujung sana lampu pemancar berwarna merah merekah  menambah keindahan malam ini.

Aku tenang, setidaknya aku punya teman yang selalu menemani kesendirian ku, akhir-akhir ini entah mengapa aku sangat suka membaca Novel yang menggambarkan perjuangan hidup. 

Sedikit ku rebahkan tubuh munyil ini pada lantai beralas karpet biru dengan berbantal boneka lucu berwarna merah menyala yang selalu menjadi teman tidur. Sesekali menatap bintang dilangit yang mulai redut seakan menggambarkan kondisi hati yang tak menentu juga hehe.

Lembar demi lembar catatan kehidupan terus terisi, terangkai dan tersemat indah. Berarti atau tidaknya catatan tersebut itu pilihan masing-masing dari kita.

Produktif atau tidaknya waktu kita tergantung pilihan masing-masing, itulah mengapa banyak orang menyatakan bahwa life is choice.

Tapi aku sedang tidak ingin membicarakan hal itu. Malam ini aku sangat butuh didengar. Aku butuh someone yang akan kujadikan sandaran sambil ku ceritakan semua kebahagiaan, kesedihan, keresahan yang selama ini terpendam.

Tujuh hari terakhir ini entah mengapa rasa hati begitu bimbang, tak tenang rasanya pengen nangis dan sendiri. Di kepala rasanya penuh, seperti panci yang berisi air mendidih, meletup-letup seperti mau tumpah.

Kemana lagi harus mengadu? Jujur, manusiawi sedikit lelah berperang dengan pikiran dan batin sendiri.  Bagaimanapun dewasa menuntut kita agar lebih kuat, aku sendiripun belum yakin, bahwa Allah begitu percaya dengan hambanya yang satu ini. 

Begitu cepat rasanya diberikan ujian sebesar ini, Alhamdulillah.

Ahh itulah aku, yang sering kali memusingkan perkara dunia yang sementara ini.

Ku tepis semua pikiran buruk itu. Aku yakin, semua akan terlewatkan. Akan datang massa dimana semua akan bahagia, masa dimana senyum indah akan terukir manis berkat doa dan perjuangan kita hari ini.

Hy, terimakasih sudah mau berjuang.

Terimakasih sudah mau setegar ini.

Terimakasih sudah mau beranjak dari zona nyaman mu.

Ditengah keterbatasan, engkau mampu bangkit.

Rawat baik-baik cita dan harap itu dalam jiwamu, jika itu mati, maka berakhirlah semuanya.

Dan kau hanya perlu memastikan, tujuan dan arah langkahmu harus berorientasi pada ridhonya.

Cukuplah Allah sebaik-baiknya tempat mengadu.

Komentar

Postingan Populer