Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu. Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian? Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dasar Aku
Malam yang begitu syahdu untuk merenungi perihal jejak langkah yang berlalu, bagaimana tidak, bintang bertabur riuh dengan redupan cahayanya, angin melambai tenang memberi kesejukan dan di ujung sana lampu pemancar berwarna merah merekkah menambah keindahan malam ini.
Aku tenang, setidaknya aku punya teman yang selalu menemani kesendirian ku, akhir-akhir ini entah mengapa aku sangat suka membaca tentang perjuangan hidup sampai pada harapan yang harus terus tumbuh.
Sedikit ku rebahkan tubuh munyil ini pada lantai beralaskan karpet biru dengan berbantal boneka lucu berwarna merah menyala yang selalu menjadi teman tidur sehari-hari. Sesekali menatap bintang yang mulai redut seakan-akan mampu membaca kondisi hati ini yang tak menentu juga.
Lembar demi lembar catatan kehidupan terus terisi, berarti atau tidaknya catatan tersebut itu pilihan masing-masing dari kita.
Yah itu pilihan, pilihan apakah bangun tidur langsung pegang hp berjam-jam sampai melewatkan sholat dhuha, atau begitu bangun, mandi, sholat dan mengerjakan ibadah-ibadah sunah lainnya.
Produktif atau tidaknya waktu kita tergantung pilihan masing-masing, itulah mengapa di buku-buku self improvement banyak menyatakan bahwa life is choice.
Lupakan itu, dengarkan dulu curhatku.
Tujuh hari terakhir ini entah mengapa rasa hati begitu bimbang, tak tenang rasanya pengen nangis dan menyendiri. Di kepala rasanya penuh, dada sesak. Seperti panci yang berisi air mendidih, meletup-letup seperti mau tumpah.
Kemana lagi harus mengadu? Jujur, manusiawi rasanya capek berperang dengan pikiran dan batin sendiri. Bagaimanapun dewasa menuntut kita supaya kuat, aku rasanya belum yakin, bahwa Allah begitu percaya dengan hambanya yang satu ini. Begitu cepat rasanya diberi ujian sebesar ini.
Ahh itulah aku, yang sering kali memusingkan perkara dunia yang tak seberapa ini.
Ku tepis semua pikiran buruk itu. Aku yakin, semua akan terlewatkan. Akan datang massa dimana semua akan bahagia, masa dimana senyum indah akan terukir manis berkat doa dan perjuangan kita hari ini.
Hy kamu, terimakasih sudah mau berjuang.
Terimakasih sudah mau setegar ini.
Terimakasih sudah mau beranjak dari zona nyaman mu.
Ditengah keterbatasan, engkau mampu bangkit.
Rawat baik-baik cita dan harap dalam jiwamu, jika itu mati, maka berakhirlah semuanya.
Dan kau hanya perlu memastikan, tujuan dan arah langkahmu harus berorientasi pada ridhonya.
Surya Arafah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar