Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Brain, Beauty, Behavior and Brave


Perempuan itu bagai air yang mengalir dari pegunungan Madakaripura. Jernihnya karena kerendahan hati dan kedalaman jiwa, sejuknya karena tutur kata dan ketaatan, debitnya karena kecerdasan dan ilmu pengetahuan, suaranya bak kebaranian yang terpatri dalam jiwa.

Berbicara perihal perempuan, tidak akan pernah habis pembahasannya. Dia bagaikan bunga Rampai yang terus menjalar dengan segala keistimewaan dan misteri dibaliknya.

Sosok penyanggah peradaban dengan fitrah dan amanahnya melahirkan generasi.

Sosok pendidik pertama yang membentuk karakter generasi bangsa. Sosok yang menjadi kebanggaan anak-anaknya kelak.

Perempuan itu harus cerdas, karena ia harus mencerdaskan.

Perempuan itu harus cantik, cantik hati dan cantik akhlak. Karena dia sebagai panutan generasi.

Perempuan itu harus berlaku baik dan sopan, karena ia akan mendidik dengan perangainya.

Perempuan itu harus berani, berani bermimpi dan berani bersuara.

Untuk mu wahai selendang keimanan, tanpa mu dunia tiada artinya, tanpa sentuhan tangan mu keindahan itu tidak akan pernah kita rasakan. Engkau istimewah dan sangat di istimewakan.

Berilmu itu merupakan sebuah keharusan bagi siapa saja, dengan ilmu kita mampu berjalan di bumi Allah. Dengan ilmu kita mampu meneguk dalamnya sumur kemuliaan.

Berbeda mereka yang berilmu dan tidak, dan ilmu bisa dipelajari kapan, dimana dan dengan siapa saja.

Hidup dengan ilmu

Berjuang dengan ilmu

Cantik dengan ilmu

Cerdas dengan ilmu

Berakhlak dengan ilmu

Berani dengan ilmu

Dan untuk mu wahai calon Ummahat....

Semoga Allah mudahkan niat baik saya dan anda untuk menuntut ilmu sepanjang hayat untuk persiapan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan....

Aamiin Allahumma aamiin

Komentar

Postingan Populer