Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Perihal Keikhlasan Dalam Melepaskan

Selasa, 26 September 2022


Sebagai seorang perempuan yang cenderung menggunakan perasaan, mengiklaskan adalah hal sulit yang mesti tetap diusahakan.

Kata orang, ikhlas itu bohong. Yang ada hanyalah perasaan dipaksa, lama-lama terbiasa dan terlupakan. What do you think?

Bagaimanapun, hidup harus terus berjalan. Menyibukkan diri dengan hal-hal baik dan akhirnya dipertemukan dengan orang-orang baik pula.

Tak perlu meratapi terlalu dalam, bukankah ditinggalkan teman, sahabat, orang tua dan orang-orang yang kita cintai adalah diluar kendali kita?

Tidak bisa kita paksakan mereka untuk terus menetap. Bagaimanapun mereka punya hak untuk bahagia dan menemukan jalannya yang baru.

Kehilangan, kesedihan, sepi dan segala macam rasa yang kerap menghampiri adalah hal yang wajar. Tapi jangan sampai kau terlelap dan terlena oleh rasa sakit itu. 

Kau korbankan waktumu berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk berduka, mengurung diri dalam kegelapan dan bertengkar dengan pikiran dan batin sendiri.

Lantas bagaimana jika ini berlanjut dalam jangka waktu yang lama? Tiadalah sebaik-baiknya penolong, selain Allah SWT. 

Saya selalu percaya, setiap hal yang melewatkan kita adalah media untuk belajar, wadah untuk memetik hikmah yang tersirat didalamnya.

Lantas ketika kita mampu memetik banyak hikmah pada semua yang melewati kita, apa lagi yang perlu di tangisi? Bukankah kau untung? Bukan rugikan? 

Semuanya sudah jelas, sekarang PR mu adalah bagaimana kamu bisa maksimal pada hal-hal dibawah kendali mu sendiri. Pikiran mu, keputusan mu, bahagia mu dan tindakan mu.

Selamat tinggal yah, doaku semoga langkah kita selalu dituntun oleh-Nya. Aku akan belajar lebih ekstra lagi untuk menerima dan melepaskan....

Surya Arafah

Komentar

Postingan Populer