Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Perihal Keikhlasan Dalam Melepaskan
Selasa, 26 September 2022
Sebagai seorang perempuan yang cenderung menggunakan perasaan, mengiklaskan adalah hal sulit yang mesti tetap diusahakan.
Kata orang, ikhlas itu bohong. Yang ada hanyalah perasaan dipaksa, lama-lama terbiasa dan terlupakan. What do you think?
Bagaimanapun, hidup harus terus berjalan. Menyibukkan diri dengan hal-hal baik dan akhirnya dipertemukan dengan orang-orang baik pula.
Tak perlu meratapi terlalu dalam, bukankah ditinggalkan teman, sahabat, orang tua dan orang-orang yang kita cintai adalah diluar kendali kita?
Tidak bisa kita paksakan mereka untuk terus menetap. Bagaimanapun mereka punya hak untuk bahagia dan menemukan jalannya yang baru.
Kehilangan, kesedihan, sepi dan segala macam rasa yang kerap menghampiri adalah hal yang wajar. Tapi jangan sampai kau terlelap dan terlena oleh rasa sakit itu.
Kau korbankan waktumu berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk berduka, mengurung diri dalam kegelapan dan bertengkar dengan pikiran dan batin sendiri.
Lantas bagaimana jika ini berlanjut dalam jangka waktu yang lama? Tiadalah sebaik-baiknya penolong, selain Allah SWT.
Saya selalu percaya, setiap hal yang melewatkan kita adalah media untuk belajar, wadah untuk memetik hikmah yang tersirat didalamnya.
Lantas ketika kita mampu memetik banyak hikmah pada semua yang melewati kita, apa lagi yang perlu di tangisi? Bukankah kau untung? Bukan rugikan?
Semuanya sudah jelas, sekarang PR mu adalah bagaimana kamu bisa maksimal pada hal-hal dibawah kendali mu sendiri. Pikiran mu, keputusan mu, bahagia mu dan tindakan mu.
Selamat tinggal yah, doaku semoga langkah kita selalu dituntun oleh-Nya. Aku akan belajar lebih ekstra lagi untuk menerima dan melepaskan....
Surya Arafah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar