Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Ketika Massanya Telah Tiba, Tersisa Hanya Rabku dan Diriku Saja


Atas kasih sayang Allah, kemaksiatan yang selama ini engkau lakukan terang-terangan dihadapannya, Allah tutupi itu.

Adakah amalan-amalan yang engkau yakin dengan itu Allah sayang kepada mu? Adakah amalan-amalan yang senantiasa engkau jaga dia dikeseharian mu? Adakah amalan-amalan yang kau lakukan di kesunyian malam hanya bersama Robb mu? Doaku, semoga dengan amal mu itu Allah ridho kepada mu.

Tak ku nafikkan, aku hanyalah pendosa yang tak henti-hentinya memohon pertolongan pada sang pemilik jiwa.

Aku hanyalah seorang hamba yang selalu memohon perlindungan dari sang pemberi cinta.

Tanpa kasih sayang dan cintanya, apalah artinya pencapaian-pencapaian dunia yang melenakan dan sangat melelahkan ini. Apalah artinya kebaikan kebaikan kita di mata manusia yang palsu itu. 

Kita hanyalah hamba yang berusaha merebut hatinya untuk mendapatkan persikan hidayah dan kasih sayangnya. Ya Allah, sungguh engkaulah satu-satunya tempat kami bersandar.

Ditengah badai ujian yang mampu memporak porandakan pikiran dan jiwa, ditengah gersangnya hati yang merindukan setitik embun hidayah.

Hidup memang untuk di uji, lihat disekeliling mu, apakah ada manusia yang terlahir dan hidup tanpa diuji? Kita diuji dengan amanah kita masing-masing.

Ada yang diuji lewat perantara hartanya, ilmunya, jabatannya, keturunannya, pasangannya dan maaasing banyak lagi.

Tapi pertanyaannya, sejauh mana kita memaknai ujian tersebut sebagai bentuk kasih sayang dan Rahmat Allah kepada kita? 

Bukankah Allah telah berjanji kepada hamba-hambanya yang mampu melewati itu dengan sabar dan sholat, maka ia akan meninggikan derajatnya.

_"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amal berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk"_  (Al Baqarah ayat 45)

Siang tadi, pada lingkaran yang ku sebut baru itu, aku merasakan kedamaian dan kehangatan yang tak mampu lisan dan jari ini gambarkan, sebuah kedamaian hati yang berlandaskan ukhwah islamiyah. 

Pada lingkaran tersebut Allah kembali menyadarkan, bahwa masihhh sangat banyak orang-orang yang ingin berada diposisi yang telah engkau capai sekarang, masih banyak orang-orang yang ingin diberi nikmat seperti apa yang Allah kasih kepada dirimu, tapi sedikit sekali kesyukuran itu terucap oleh hati dan lisan.

Lagi-lagi Allah tunjukkan kasih sayangnya, Allah pertemukan saya dengan orang-orang Sholehah, para arsitek peradaban yang akan melahirkan ulama-ulama besar nantinya, yang akan melahirkan Mujahidin Mujahidah Allah dan pemimpin-pemimpin Islam yang akan menegakkan agama ini kelak.

Alhamdulillah ya Rob, pautkanlah selalu hati kami dengan mu.

Ya mukollibal kullub tsabbic Qolbi Alaadinik.

Komentar

Postingan Populer