Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Antara Petang, Hujan dan Juga Rindu


Mataram 21 September 2022

Suasana yang selalu identik dengan hujan adalah damai dan juga kehangatan.

Di kamar kos yang belum genap satu tahun ku tempati ini, datang lagi rasa yang kerap menghampiri dulu pada saat maba (baca : mahasiswa baru), yah sekitar empat tahun silam.

Aku selalu suka gelap dan sendiri, karena dari kegelapan dan kesendirian aku bisa merenung akan makna dari perjalanan hidup yang selama ini sudah ku lewati.

Aku merasa tenang, jauh dari kebisingan dunia. Aku merasa lega ketika semua aktivitas yang dikerjakan dan dipikirkan seharian suntuk sudah agak berkurang. Yah sangat menguras tenaga dan melelahkan. Tapi itulah hidup, harus siap berjuang dan berlelah-lelah.

Akhirnya aku bisa merebahkan diri, membaca buku favorit ku, menulis diary dari rasa yang menghampiri sambil sesekali memandang atap kamar kos yang berwarna putih itu.

Sore ini aku sangat rindu rumah ku, di Bima sana. Aku rindu dengan orang-orang yang ada di dalamnya, ibu, ayah dan adik-adik ku. Aku juga rindu suasana kampung halamanku, aku rindu tetanggaku dan semua kenangan massa kecil ku disana.

Merantau sejak 4 tahun lalu, mengajarkan ku akan penting nya kebersamaan dan kehadiran mereka, aku rindu dan aku ingin sekali memeluk mereka.

Beberapa hari lagi aku akan wisuda, dan berita baiknya Alhamdulillah keluarga ku akan mengunjungi ku pertama kalinya di Mataram selama 4 tahun lebih aku disini.

Lantunan ayat suci Alquran yang kudengar lewat sound mesjid itu mengingatkan ku akan rasa yang selalu menghampiri ku dulu, rasa yang kerap kali mengundang air mata, kesedihan, semangat dan juga rindu yang amat sangat mendalam terhadap keluarga ku.

Insyaallah ibu, bapak, anak mu ini akan mengangkat derajat dan membanggakan kalian. Send miss from here my lovely❤️

Komentar

Postingan Populer