Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Pertanggungjawaban


Momentum ujian skripsi oleh sebagian mahasiswa menjadi momok yang cukup menakutkan, karena kita akan bertanggung jawab terhadap apa yang kita tulis dan kerjakan.

Hasil penelitian yang kita peroleh akan dikupas habis dengan berbagai pertanyaan, bantahan, bahkan adu argumentasi dengan dosen penguji.

Sungguh indah, dibalik penggalan momentum itu kita bisa belajar dan mengambil banyak ibroh didalamnya, memang Allah maha baik.

Ini baru didunia, yang hakimnya adalah manusia, masih sama-sama makhluknya. Marisedikit kita lihat dari prespektif akhirat, apakah kau tidak gentar akan hal itu?

Kalau kita berbicara pertanggungjawaban, hal yang paling menakutkan adalah pertanggungjawaban seorang hamba kepada Robb nya di akhirat kelak.

Karena Allah langsung yang akan menjadi hakim pada pengadilan yang tiada kita dapati ketidakadilan didalamnya.

"Kamu sekali-sekali tidak akan dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadanya. Bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan." (Q.s Fushshilat : 22)

Manusia agung yang menjadi suri tauladan kita menegaskan, bahwa kedua kaki seseorang tidak akan bergerak, sebelum ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan. Tentang ilmunya, untuk apa ia gunakan. Tentang hartanya, darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan. Dan tentang badannya, untuk apa ia rusakkan. Astagfirullahastagfirullah, astagfirullahalAdim.

Lihat saja, sahabat-sahabat Rasulullah yang bahkan sudah dijamin masuk surga oleh Allah, andaikan mereka bisa memilih, antara menjadi manusia atau benda lain, mereka akan memilih menjadi benda/makhluk lain dari pada manusia. Mengapa demikian? Karena kita dititipkan amanah yang besar disetiap pundak kita, dijuluki makhluk yang berakal dan menempati posisi sebagai Khalifah di muka bumi, dengan tanggungjawab yang besar pula. Semoga Allah kuatkan kita

Hari pertanggungjawaban, Hari dimana semua anggota tubuh kita akan bersaksi, segala kemaksiatan kita akan dipertontonkan dan akan dimintai pertanggungjawaban. Allah menghisap kita perindividu, semoga Allah ampuni dosa kita, keluar kita dan dikumpulkan kembali di jannahnya kelak. Aamiin Allahumma aamiin

Komentar

Postingan Populer