Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Tenang Dalam Kesunyian


Harap dan cita selalu tersenandung indah, kulangitkan doa dalam kesunyian malam. Bernaung dibawah taburan bintang, berselimutkan angin sepoi-sepoi, beralunkan ombak pantai Loang balok dan ditemani kesunyian malam menambah kesyahduan suasana malam ini. Aku terdiam, memandang hamparan laut yang tak berujung.

Kelap kelip lampu yang berjejer indah diujung sana seolah menegaskan bahwa harap dan cita masih indah terhampar. Ya, masih ada kehidupan. Masih ada semangat dan masih ada kebaikan.

Kata mereka, dunia ini jangan terlalu dipikirkan. Kerjakan apa yang harus dikerjakan, kendalikan ala yang bisa dikendalikan dan pikirkan apa yang seharusnya dipikirkan. Apakah menurutmu itu adalah suara orang-orang biasa? 

Para jiwa pemenang menyatakan bahwa hidup harus hebat dengan kerja-kerja hebat pula. No santuy santuy karena hidup sekali, berarti lalu mati. 

Aku suka dua penggalan kalimat diatas, memaknainya dari dua sudut pandang yang berbeda namun membangunkan jiwa-jiwa yang terlanjur nyaman dan lelah mengejar dunia.

Pintaku pada kesunyian malam, jika hidup ini tidak karena tujuan ibadah kepada-Nya, lelah sekali rasanya, apalagi hanya sekedar mengharap pujian manusia. 

Dari rangkaian cerita dan perjalanan yang dilewati, selalu hal ini yang mengganjal dalam hati dan pikiran, kadang kita lupa memperbaharui niat, kadang kita lupa meluruskan niat. Astagfirullah, semoga Allah ampuni dosa-dosa kita.

Komentar

Postingan Populer