Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Sepotong Refleksi Perjalanan di Hari Arofah


Sepotong refleksi perjalanan di hari Arofah

Di bulan dan hari yang berkah ini, hari Arofah, hari mulia dengan taburan hikmah dan ampunan.

Renungan panjang ku mulai, semua berterbangan di pikiran, samar-samar dan bahkan ada yang belum sempat ku selesaikan, muncul lagi pikiran yang lain.

Renungan panjang tentang jalan kehidupan, semua yang terlewat begitu syarat akan makna dan nilai kehidupan. 

Aku sering menyatakan, bahwa aku sangat suka perjalanan, aku suka mengunjungi tempat-tempat baru dengan beragam tujuan dan aktivitas didalamnya.

Namun ku coba lagi renungi makna dari kata tujuan itu. 

Ternyata tujuan yang kusebut selama ini begitu sempit artinya, aku terlambat menyadari bahwa tujuannya hanya satu. Hanya satu

Tanah Samawa, menjadi tujuan ku dari perjalanan panjang hari ini. Hari yang sama dengan nama ku, hari Arofah.

Ditengah lautan samudra yang membentag dihadapan mata, di tengah pelukan selimut angin yang sejuk, dibawah naungan awan yang putih kebiruan membuatku sangat bahagia, aku semakin suka perjalanan.

Aku suka laut, aku suka biru, semua bisa kurasakan pagi hari ini, dengan suasana sedikit mendung menambah kesyahduan suasana.

Gelombang air laut bercampur suara kapal, disebelah ku ada seorang anak laki-laki dengan bapak nya, anak ini begitu ramah dan sopan. Diam-diam ku berbisik pada langit, menyubut nama-Nya dan berdoa, semoga yang karuniakan keturunan yang mampu menjadi qurrata'yun untuk ku dan orang-orang sekitar ku .

Anak laki-laki ini mengingatkan ku pada adik ku dirumah, dengan senyum yang manis, wajah yang meneduhkan dan suara yang begitu lembut. Ah aku rindu rumah

Tersadar lagi, ditengah laut biru, dibawah naungan awan, betapa kecil dan lemahnya kita? Tak lebih dari buih dilautan, Allahu Akbar.

Muncul pertanyaan menggelitik, apa sebenarnya yang kita cari? Apa sebenarnya tujuan perjalanan panjang ini? Aku sudah tau jawabannya, dan kalianpun pasti tau.

Ya mukollibal kullub tsabbic Qolbi Alaadinik🤲🏻

Komentar

Postingan Populer