Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Indahnya Punya Mimpi dan Cita

 Indahnya Punya Mimpi dan Cita


Oleh : Surya Arafah

Seorang imam asyahid Hasan Al-Banna pernah menyatakan bahwa Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari.

Tak sempat terucap oleh bibir, tak sempat tergores oleh pena dan tak sempat tercurah kepada selainnya. Harapan itu hanya terlintas dalam pikir dan teraminkan oleh hati. 

Aku sering dibenturkan dengan kenyataan hari ini yang sama persis dengan apa yang dulunya aku harap namun terasa tak mampu ku gapai.

Indah sekali jika ku menengok kembali pada rangkaian jalan panjang yang kini sudah menjadi bekas jejak dan berakhir menjadi cerita.

Aku selalu percaya, bahwa kehidupan adalah rangkaian perjalanan panjang. Aku tak menyangka bisa ada pada titik ini. Dulu aku pernah mendengar, bahwa orang hebat itu bukan hanya mereka yang terlahir dari bakat, namun sejatinya orang hebat itu adalah mereka yang terus mendedikasikan waktunya untuk terus bertumbuh.

Kita semua sama, kita berhak untuk bermimpi, kita berhak untuk berharap, maka jangan takut untuk bermimpi. Ajak semua pikiran bawah sadar kita untuk tenggelam bersama mimpi, karena bermimpi itu gratis.

Ahmad Rifa'i Rifan pernah berkata, bahwa jika yang dominan mengisi ruang pikir kita adalah tentang kebaikan, kesusksesan, niat yang selalu lurus, kontribusi dan semua hal-hal baik, maka atas seizinnya, semesta akan membuat sebuah sistem kerja yang ritmis dan sistematis untuk merealisasikan apa yang kemudian kita pikirkan.

Mungkin detik ini belum bisa rasanya untuk ku ceritakan, namun suatu hari nanti atas izinnya aku akan membagikan semua rasa yang melalui ku. Doa ku semoga aku dan kamu menjadi orang yang bermanfaat, hidup sekali, berarti lalu mati.

Komentar

Postingan Populer