Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Aku Memilih Mu


Sevisi itu penting

Kalimat pertama yang saya sugukan pada tulisan ini adalah tentang satu visi. 

Saya teringat kisah dua insan yang saling melindungi dan mencintai, yang terkemas indah dalam film yang berjudul Habibie dan Ainun 3. Tentang dua tokoh yang bernama Ahmad dan Ainun yang harus berpisah karena perbedaan visi. 

Mereka menyadari, bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini, tetapi jauh kedepan. Oleh karena itu dibutuhkan orang yang sevisi supaya bangunan yang bernama keluarga ini kokoh berdirinya.

Karena menikah bukan hanya perihal jalan-jalan berdua, makan berdua, atau senang-senang berdua. Bukan juga perihal kemana-mana sudah tidak sendiri, sudah berdua dengan seseorang yang sudah kita sebut sebagai suami/istri.

Namun sejatinya pernikahan adalah tentang penyatuan dua visi misi orang yang berbeda awalnya menjadi satu visi misi besar yang terikat dalam hubungan yang bernama keluarga. 

Visi yang bagaimana? Sebagai seorang muslim, tentu visi kita adalah syurga. Tentang bagaimana kita bisa memilih pasangan hidup se surga dengan melihat hubungannya dengan Allah, hubungannya dengan keluarganya dan hubungannya dengan orang-orang disekitarnya.

Karena menikah bukan hanya tentang berhenti pada menikmati kenikmatan dunia saja, tetapi lebih dari itu. Apa? yaitu saling menikmati kenikmatan yang mampu mengantarkan kita pada kebahagiaan yang sebenarnya kebahagiaan yaitu surganya Allah.

Tepat 6 Mei 2022, saya menulis pada sebuah stike note sebuah rancangan visi dan misi keluarga yang ingin saya bangun nanti, tentunya bersama someone yang Allah pilihkan untuk berbagi rasa with me.

Oleh karena itu se visi itu penting, keselarasan dalam pemahaman itu penting, keselarasan dalam berfikir itu juga  penting. Untuk apa? Bahasa sederhananya supaya nyambung ketika diajak diskusi dan berfikir.

Komentar

Postingan Populer