Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

TERPESONA

 


TERPESONA

Oleh : Surya Arafah

Coretan indah dibagian sudut kertas pada salah satu lembar cerita masa kuliah, membawaku untuk sedikit merenung perihal takdir indah yang ia siapkan. Bertemu dan belajar dari orang-orang hebat nan kuat adalah kesyukuran yang tiada terkira, berada pada satu kapal yang sama dan mengarungi samudra perjuangan yang berombak besar, gulungan ombak lautan luas beberapa kali mencoba merayu dan mencumbu, dan itu merupakan konsekuensi yang sudah tergambar sebelum kapal mulai berlayar. 

Taukah kalian? kami bertemu atas nama keikhlasan, kumpulan pemuda yang tidak ingin massa muda berlalu begitu saja tanpa makna dan kontribusi nyata, kumpulan asa yang menggelantung dilangit-langit harapan, dan individu yang punya mimpi mulia untuk menjunjung tinggi kata kebermanfaatan. 

Malam itu, begitu asing dan canggung. Disalah satu rumah tepatnya diruang tamu kami melingkar, dan beberapa mata saling bertemu dan melirik seolah-oleh ingin saling menyapa dan bertanya, namun masih ada sekat dan tembok besar yang menghalang. Sejatinya ketika kita berbicara masalah pertemuan maka akan ada alasan dibalik pertemuan itu, ada banyak sekali wajah yang kita temui sebelumnya, namun tak semuanya membekas dalam hati. Tetapi ada juga yang hadir dan membekas walaupun dengan cara yang sederhana. 

Malam ini tepat 6 bulan kami berada dalam satu kapal yang sedang berlayar, yang sedang diombang ambing ditengah samudra perjuangan nan luas,  yah setengah perjalanan. Jangan ditanyakan bagaimana diantara kami saling menguatkan, saling merangkul dan bahkan tidak sedikit air mata yang terkuras karenanya. Disetengah perjalanan ini, banyak coretan kisah yang membekas, dan coretan itu tentu bermuara pada perbaikan peribadi kami. Pelajaran untuk saling menguatkan padahal diri pribadi yang lebih rapuh adalah makanan kami. Pintaku pada sang pemilik cinta, semoga keringat, pikiran, tenaga yang kami persembahkan ini bernilai ibadah dihadapannya. 

Mari kita bergantengan tangan dan menjalaninya atas nama cinta. kabinet terpesona, cerdas, menginspirasi, memberi arti. hidup mahasiswa, hidup rakyat indonesia, hidup perempuan indonesia.


Komentar

Postingan Populer