Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Tentang sebuah perencanaan

 Tentang sebuah perencanaan 

Oleh : Surya Arafah

If you fail to plan, you plan to fail. Kira-kira seperti itu ungkapan seorang jenius yang pernah saya baca disalah satu buku. Dalam ilmu manajemen pun, fungsi planning atau perencanaan menjadi fungsi utama dan pertama, kemudian akan disusul oleh fungsi-fungsi selanjutnya, seperti fungsi organizing, controlling dan actualing.

Hal yang ingin saya sampaikan dari proses perenungan diri, bahwa setiap pribadi manusia, perencanaan menjadi hal urgent untuk diprioritaskan sebelum melangkah lebih jauh. Dalam meniti jalan hidup ini, selain tawakkal, ikhtiarpun selalu erat kaitannya dan tidak bisa dipisahkan dari tawakkal. Karena dua-duanya menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh.

Tidak usah jauh-jauh, mulai saja dulu merencanakan apa yang akan kamu lakukan esok hari ketika bangun tidur dan apa yang ingin kamu capai. Sebelum kamu menentukan your big dreams yang lain. Berproses, sedikit demi sedikit asal konsisten.

Dalam proses pengembangan diri, lingkungan menjadi faktor penting yang patut diperhitungkan, lagi-lagi disini kita akan berbicara habitat dan manusia. Kelompok dimana tempat kita berkembang dan tumbuh.

Yah, saling membutuhkan, kolaborasi dan kerjasama menjadi hal penting untuk kita cermati juga, bagaimana bisa kamu berjalan sendiri? Ditengah banyaknya duri dan batu kerikil tajam yang siap menusuk kaki, bagaimana bisa kamu sendiri melewati bukit-bukit berlembah yang begitu gelap nan menakutkan itu? Mari kita saling bergandengan tangan, saling merangkul untuk mempersembahkan yang lebih besar lagi.


Terimakasih yang mendalam saya ucapkan kepada aktor-aktor hebat yang senantiasa ada untuk saling menguatkan, ini adalah sebuah proses, proses pendewasaan, proses aktualisasi diri, proses menuju perubahan. Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Mari siapkan diri karena sehebat-hebatnya pengamat, akan lebih hebat aktornya.

Komentar

Postingan Populer