Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Sumpah Pemuda, Satukan Bangsa, Jayakan Indonesia

 Sumpah Pemuda, Satukan Bangsa, Jayakan Indonesia

Oleh : Surya Arafah

Ketika kita merefleksi sumpah pemuda, Pemaknaan sumpah pemuda ini mengajarkan kita tentang satu hal yang kemudian sangat penting, bahwa para pemuda kemarin, hari ini dan esok akan terus menjadi aktor utama dalam hal memobilisasi perubahan, menjadi orang-orang yang akan terus menorehkan cerita-cerita heroik dalam lembaran sejarah bangsa indonesia yang bermuara pada terwujudnya cita-cita bangsa.

Tepat 92 tahun yang lalu, para pemuda-pemuda indonesia yang masih tertanam betul didalam hati dan pikirannya tentang sebuah idealisme, intelektualisme yang tidak mereka gunakan untuk kepentingan peribadi saja, melainkan untuk kepentingan kolektif, dengan lantangnya menyuarakan bahwa kita tetap bertumpah darah yang satu tumpah darah Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, berbahasa persatuan yang satu Bahasa Indonesia, dengan semangat bergebu-gebu yang menjadi ciri khas  jiwa kepemudaan-Nya. 

Pemuda menjadi pilar-pilar kebangkitan bangsa, sejarah sudah membuktikan bahwasan-Nya para pemuda lah yang selalu menjadi aktor terdepan dalam meruntuhkan rezim-rezim penguasa yang otoriter, dalam mengkritik segala kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat dan memberikan solusi-solusi terbaik bagi permasalahan bangsa.

Kesadaran akan tugas dan tanggung jawab yang begitu besar yang dipikul oleh setiap orang yang menyandang status sebagai pemuda, amatlah penting kawan. Karena dengan kesadaran yang tumbuh subur dalam diri pribadi, menjadi kekuatan terpenting yang kemudian mendorong kita untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Selain kesadaran, hal yang kemudian tidak kalah penting yaitu implementasi Atau aksi nyata. Jangan sampai kita hanya punya kesadaran, tetapi masih mager di kos. Ayok bangkit, karena berpikir tanpa bertindak itu sama saja bohong kawan, segera eksekusi.

Pemuda memilki peran yang sangat vital dalam menyatukan bangsa, khusus-nya para mahasiswa. bagaimana tidak, terlepas dari latar belakang organisasi, agama, ras, bahasa serta budaya yang berbeda, pemuda menyatu dan sejatinya memiliki visi yang sama, visi yang kemudian bermuara pada terwujudnya cita-cita luhur bangsa indonesia serta kesatuan NKRI. 

        Pada tahun 2045 nanti, diprediksikan indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang sangat luarbiasa, dimana pertumbuhan ekonomi yang didorong dengan jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak dan lansia, kemudian menjadi peluang yang harus para pemuda hari ini lihat dan cermati, kira-kira tahun 2045 itu saya sudah menjadi apa? Kontribusi seperti apa yang bisa saya berikan? Ini kemudian yang menjadi bahan renungan kita secara bersama.

Disetiap lini, bagian maupun aspek sejatinya perubahan itu tidak betul adanya tanpa kontribusi dari pemuda, oleh karena itu pemuda harus bisa melihat dan membaca  tantangan zaman, karena secara tidak sadar tantangan generasi muda setiap zaman-nya itu berbeda-beda, diperlukan inovasi dan cara yang berbeda oleh para pemuda  dalam menghadapi tantangan zaman tersebut.

Ketika ada yang mempertanyakan tentang millenial atau pemuda sekarang bisanya apa? Apakah hanya demo aja? Mereka lupa kawan, bahwa begitu banyak dan besar kontribusi pemuda pada negara ini disetiap zaman-nya. Mengapa tidak? Runtuhnya pemerintahan rezim orde baru dibawah kepemimpinan otoriter Soeharto, yang melarang semua aspek bahkan mahasiswa untuk tidak membicarakan masalah bangsa, sedikit mengkritik pemerintah di tangkap dan lain-lain, entah akan seperti apa negara kita sekarang tanpa kontribusi pemuda pada saat itu. Kemudian pada saat sekarang, pemuda memiliki peran-peran yang sangat penting disetiap ruang kepemimpinan, setiap orang dengan bidang-nya masing-masing memiliki nilai kebermanfaatan sendiri untuk kepentingan bangsa. Oleh karena itu, sangat saya sayangkan ketika ada pejabat publick yang menanyakan milenial bisa-Nya apa.

          Saya ingin mengutip kalimat yang sangat luarbiasa dari salah satu buku-nya Buya Hamka, beliau menulis “kepada para pemuda, beban mu akan berat, jiwa mu harus kuat, tetapi aku percaya, langkah mu akan jaya, kuatkan peribadi mu” kurang lebih seperti itu yang ditulis. Kepada para pemudalah semua permasalahan berat akan menjadi ringan, dipundak merekalah arah masa depan bangsa ditentukan, oleh karena itu tetap rawat semangat juang itu anak muda, Allahu Akbar.


Komentar

Postingan Populer