Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Perempuan Hari ini Wajah Peradaban Masa Depan

 Perempuan Hari ini Wajah Peradaban Masa Depan

Oleh : Surya Arafah

Perempuan adalah pembangun pondasi peradaban, mereka menjadi kunci utama dalam perbaikan moral anak bangsa, dirahim mereka akan lahir generasi-generasi penerus estafet perjuangan yang akan terus mengisi lembaran catatan sejarah peradaban.

Terlebih jika kita berbicara kualitas anak bangsa hari ini, kualitas generasi yang katanya akan menjadi perwajahan Indonesia masa depan. Banyak sekali realita yang kemudian bisa kita lihat di masyarakat, memang betul adanya, jauh di pelosok-pelosok desa sana masih sangat banyak ditemukan permasalahan-permasalahan perempuan yang ketika kita telisik lebih jauh kondisinya sangat miris. Seperti perkawinan anak dan tingginya tingkat perceraian yang kemudian akan bermuara pada meningkatnya angka janda, anak terlantar sampai pekerja seks komersial. Lebih-lebih  mereka yang tidak bisa menikmati pendidikan bahkan sampai tamat sekolah dasar.

Jika dalam stigma kebanyakan masyarakat, pendidikan itu tidak perlu dan tak penting untuk perempuan, bagaimana kemudian akan lahir generasi-generasi progresif di massa depan? Pendidikan tinggi seorang perempuan bukan ingin menyaingi laki-laki. Namun, ada suatu hal yang sangat penting  yang melebihi apa pun  yaitu peran dan tanggung jawabnya di ranah domestik maupun publik.  Di ranah domestik perempuan memiliki andil besar sebagai madrasah utama bagi anak dan benteng keluarganya. Sedangkan di ranah publik pun, perempuan dituntut untuk berkontribusi di tengah masyarakat sesuai dengan kapasitas dan kapabiltas yang dimiliki. Menjadi sebuah keharusan bagi kita perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi nyata dalam masyarakat, lebih-lebih keluarga sebagai entitas terkecil dalam struktur negara yang memiliki dampak yang sangat besar dalam mewujudkan SDM unggul. 

Saya sangat suka dengan slogan, “Perempuan adalah tiang negara, jika baik kondisi perempuannya, maka baik pula negaranya, dan sebaliknya jika tidak baik kondisi perempuan di dalam suatu negara tersebut, maka negara tersebut akan hancur. Kalimat yang simpel tetapi sarat akan makna. Bisa dikatakan perempuan menjadi simbol kekuatan negara. Maka wajar saja, tidak ada habis-habisnya membahas perihal isu atau ilmu keperempuanan. Mengapa? karena perempuan adalah salah satu indikator pembagunan negara. Jadi, bersyukurlah untuk kita para perempuan, betapa “istimewanya” kita diciptakan.  Bersyukur dengan kodrat yang kita punya. Bagaimana tidak? Mengandung, melahirkan dan menyusui adalah keistimewaan yang perempuan miliki. Perempuan adalah sosok konseptor yang membimbing dan mendidik anak-anaknya kelak menjadi sosok yang luar biasa. Dari kodrat tersebut terdapat kesinambungan kehidupan. 


Komentar

Postingan Populer