Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Kendi yang kosong, tak akan mampu menuangkan air pada gelas.


Kendi yang kosong, tak akan mampu menuangkan air pada gelas.

Oleh : Surya Arafah

Sebuah tulisan sederhana yang ku persembahkan untuk pribadi yang masih sangat fakir ilmu ini.

Untuk mu wahai diri

Jika hari ini kau bermimpi untuk menjadi sosok perempuan yang dirindukan syurga, maka berproses dan belajarlah.

Jika kelak kau mendamba sosok imam terbaik, maka jadilah terbaik dari yang baik.

Jika esok kau bermimpi melahirkan ulama-ulama besar, pemimpin -pemimpin jujur, guru-guru hebat, Hafizh-hafizah penyejuk hati, maka hebatkan dirimu.

Kau lihat? Apakah orang-orang hebat itu lahir dari sosok ibu yang biasa? Anak adalah peniru yang baik. Mereka cenderung akan berlaku dan bersikap seperti apa yang mereka dapat dalam keluarga, terutama sekali sosok ibu.

Ibu terbaik akan melahirkan anak terbaik. Dan semua ibu tentu baik.

Aku teringat oleh salah satu ungkapan yang begitu indah untuk di baca dan di hayati, seorang penyair pernah berkata, bahwa ibu ibarat akar dalam struktur pohon keluarga, dia mampu menyalurkan energi, cinta, kasih untuk mendukung pertumbuhan ranting, daun dan buah. 

Begitulah umpamanya, ibu adalah sumber dari segala sumber kekuatan. Ketika kita rapuh ia selalu hadir dan mampu memberikan energi baru yang tak dapat kita temukan di pribadi yang lain.

Laki-laki hebat ada perempuan hebat dibelakangnya. Anak-anak hebat tentu ada perempuan hebat yang melahirkannya.

Mimpi itu memang sangat mudah diucapkan, tetapi perlu tekad dan niat yang besar untuk mewujudkan nya.

Salah satu contoh, kebanyakan perempuan sekarang menyusui anak dengan tujuan supaya anak nya tertidur. Padahal wanita-wanita pada zaman nabi dulu, niat menyusui itu supaya ia kuat, tumbuh dan menjadi sosok pejuang-pejuang tangguh untuk peradaban. Hal-hal sederhana kelihatannya, namun sangat berdampak. 

Lantas pertanyaan nya, adakah yang bisa anak-anak mu banggakan dari sosok ibunya nanti?

Sudah seberapa kah kesiapan ilmu mu untuk generasi setelah mu nanti?

Maka belajar dan berproses lah 💕

Komentar

Postingan Populer