Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Fenomena Ajang Miss Queen di Indonesia Ancaman Nyata Untuk Generasi Peradaban
Fenomena Ajang Miss Queen di IndonesiaAncaman Nyata Untuk Generasi Peradaban
Oleh : Surya Arafah
Tulisan ini saya persebahkan untuk saudara-saudara saya yang masih punya kesadaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang ada di Indonesia. Para hati yang masih perih dan risih ketika melihat fenomena-fenomena yang bertentangan dengan ideologi negara kita dan para raga yang masih bergerak untuk senantiasa berkontribusi untuk membawa perubahan itu sendiri.
Untuk kalian yang rindu perubahan, ini tentang sebuah harapan, harapan di mana setiap gerakan perempuan yang berkembang di Indonesia mampu mencerminkan nilai-nilai kebudayaan bangsa indonesia.
Tentang sebuah asa, asa besar untuk penguatan institusi terkecil yang turut membangun bangsa, dengan menyiapkan generasi calon ibu-ibu terbaik peradaban.
Tentang cita, cita dimana perilaku-perilaku seksual menyimpang sedikit demi sedikit terselesaikan dan dimusnahkan dari Indonesia bahkan bumi tercinta, agar tercipta sistem kehidupan yang lebih baik.
Tentang sebuah doa, doa ketika nilai-nilai agama bisa diresapi dan menjadi landasan kita untuk bertindak di muka bumi. Doaku untuk generasi mendatang, agar dijauhkan dari perang pemikiran yang menjadi ancaman nyata merosotnya moral anak bangsa bahkan bisa mengancam akidah kita sebagai seorang muslim-muslimah.
Back to topic, apa itu ajang Miss Queen? Ajang ini merupakan ajang pemilihan ratu transgender di Indonesia, belum genap sebulan para transgender mengadakan ajang ini di Bali, bahkan dengan bangganya mereka mengumumkan pada dunia tentang apa yang mereka lakukan.
Kita semua paham, bahwa Indonesia adalah negara berketuhanan, bukan negara sekuler apalagi liberal. Sila pertama pancasila adalah ketuhanan yang maha esa. Tidak pantas rasanya ketika perbuatan macam ini ada di Indonesia, membenarkan perbuatan menyimpang dengan alasan HAM adalah kesalahan besar. Berbeda jika ini terjadi di Barat yang sejatinya sangat berbeda poin of view-nya dengan kita di Indonesia. Lantas pertanyaannya, kenapa barat melegalkan transgender, LGBT, aborsi dan lain-lain? Jawabannya hanya satu, karena mereka tidak memiliki pancasila.
HAM menjadi dasar yang sering digaung-gaungkan oleh kelompok ini, menurut mereka perbuatan itu adalah hal yang lumrah sebagai bentuk kebebasan sejati mereka. Kebebasan yang sangat kebablasan dan jauh dari kemanusiaan.
Lantas apa yang bisa kita lakukan ketika kita melihat fenomena yang sangat mengerikan ini? Mari kembalikan semuanya pada Al-Quran dan assunah, jawaban semuanya ada di Al-Quran. Dan tentu harus ada penguatan dari institusi keluarga sebagai institusi terkecil yang memiliki peran strategis disini. Dan masyarakat pun harus memandang fenomena ini adalah fenomena yang buruk, harus diperbaiki bukan malah di puji dan diamkan.
Sangat impossible ketika pondasi keluarga kita kuat, keluarga yang memiliki sudut pandang Islam, keluarga yang saling terbuka mampu memproduksi manusia-manusia yang memiliki kecenderungan seksual menyimpang bukan?
Untuk kalian yang rindu perubahan, mari sedikit demi sedikit perbaiki kondisi bangsa hari ini, dengan memperbaiki diri kita dulu, keluarga kita, tetangga kita, masyarakat kita bahkan bangsa kita. Karena semuanya berawal dari tekad yang kuat.
Seorang bijak pernah berkata, bahwa nilai manusia itu ketika ia memiliki akhlak yang baik maka ia sama dengan 1, ketika parasnya menarik maka ditambah 0, menjadi 10. Jika hartanya banyak, maka ditambah 0 lagi, menjadi 100. Jika ia berasal dari keluarga yang terpandang dan baik, maka ditambah 0 lagi, menjadi 1000. Akan tetapi, ketika akhlaknya tidak ada, maka angka 1 hilang dan hilang pulalah nilai manusia tersebut. Yang tersisa hanya 000 saja. Jadi begitu penting akhlak dalam diri sebagai pondasi hidup.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar