Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

AKU INGIN MENJADI SEORANG PENULIS

 AKU INGIN MENJADI  SEORANG PENULIS

Oleh : Surya Arafah

“jika kau ingin mengenal dunia, maka membacalah, dan jika kau ingin dikenal dunia, maka menulislah” kutipan kalimat yang indah.

Ketika masuk dunia kampus, ketertarikan akan dunia literasi mulai muncul dan membesar. Bagaimana tidak? Aku termasuk orang yang sangat suka dan terpesona mendengar dan melihat senior-senoirku yang sangat vokal dalam hal menyampaikan narasi dari buah pikirannya. Pertanyaan mulai muncul dari benak anak muda yang minim prestasi ini, bagaimana mereka bisa sebagus itu dalam hal publik speaaking? Sedangkan disisi lain juga banyak aku temui orang-orang yang masih gagap dalam berbicara lebih-lebih di depan orang banyak. 

Akhirnya rasa penasaran itu terpecahkan pada saat aku mengikuti salah satu seminar pada saat semester 2, seminar tentang kepemimpinan organisasi. Dimana pematerinya merupakan alumni jurusan akuntansi di universitas mataram, yang dimana beliau ini merupakan sosok yang sudah lama ku kagumi bersama teman-teman yang lain juga, hehe setiap kali mendapat informasi tentang acara yang mendatang beliau sebagai pembicara, wajib rasanya ikut kecuali benar-benar ada acara urgent lain. 

Ungkapan yang membuat aku sadar akan pentingnya dunia literasi khususnya dibidang kepenulisan dalam membangun bangsa lebih-lebih kapasitas diri setiap orang adalah kira-kira seperti ini “menulis menjadi senjata ampuh untuk membidik ribuan kepala hanya dengan sekali menyampaikan sesuatu yang bermanfaat, dan menulis adalah cara terbaik untuk mengabdi sepanjang masa, karena setelah kita tiadapun, tulisan kita akan senantiasa ada dan bermanfaat untuk generasi sesudah kita” jadi luarbiasa bukan? Kita akan abadi dengan menulis.

Tentu kita sama-sama paham, ketika berbicara masalah sistem baik itu yang modern maupun konfensionan, maka kita akan berbicara input dan output. Begitupun otak manusia. Otak manusia butuh asupan informasi dan ilmu baru setiap harinya, dan ilmu tersebut banyak cara untuk mendapatkan nya, salah satu adalah dengan membaca, karena membaca adalah jembatan ilmu, jendela dunia, perintah pertama rabb kita dalam al-Quran dan ayat pertama yang turun adalah perintah membaca serta yang menjadi alasan datangnya perubahan besar peradaban dunia.

Kawan, bagaimana bisa kita memberi atau mentransfer ilmu kita kepada orang lain tanpa ada yang masuk sebelumnya? Begitupun dalam hal ketika kita ingin vokal dalam hal penyampaikan suatu ilmu, tentu sebelum itu harus ada yang masuk. Dengan membaca secara tidak langsung kuasa kata, cara penyampaian, isi pembicaraan akan lebih berbobot dan berisi. Jadi penting sekali dunia literasi tersebut.

Komentar

Postingan Populer