Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Perempuan dan Pembentukan Karakter Generasi Pemimpin Bangsa

Menjadi seorang ibu adalah suatu fitrah yang sudah Allah tetapkan untuk kita sebagai perempuan. Ibu punya posisi sentral dalam pembentukan karakter generasi penerus. Lagi-lagi saya mengutip syai’r arab yang menyatakan bahwa Al-ummu Madrasatul Ula, Iza A’dadtaha A’dadta Sya’ban Thayyiban A’raq (Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka sama halnya kita sudah menyiapkan generasi terbaik).

Sesuai tema tulisan saya kali ini tentang peran perempuan/ibu dalam pembentukan karakter generasi pemimpin bangsa, tentu usaha pembentukan karakter ini memerlukan waktu yang tidak pendek, butuh kolaborasi dan sinergitas antara ibu dan ayah disini. Karena setiap anak yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah, maka orang tualah yang menjadikannya ia yahudi, nasrani atau majusi.

Teman-teman sekalian, dalam pembentukan karakter anak, bisa kita inisiasi dari jauh-jauh hari. Dari beberapa literatur yang saya pernah baca, bahwa proses pemilihan pasangan hidup juga termasuk salah satu upaya untuk menentukan karakter anak kita nanti. Karena dengan pemilihan pasangan yang se visi misi, sepemahaman, se frekunsi dan seiman tentu menjadi gerbang awal untuk menentukan bagaimana pola pengasuhan anak, metode pendidikan yang tepat sesuai tuntutan agama dan kebutuhan anak. 

Karakter pemimpin yang seperti apasih yang dibutuhkan zaman sekarang? Tentu pertanyaan ini sering muncul dibenak kita. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, melainkan kekurangan orang yang berkarakter. Pembentukan karakter anak agar menjadi pemimpin bukan hanya sekedar menjadikan anak kita memiliki banyak penyikut atau punya kedudukan tertentu di organisasi atau masyarakat. Tetapi yang menjadi hakikat dari pembentukan karakter itu sendiri adalah agar mereka memahami tujuan penciptaan dirinya, dan yang terpenting adalah bagaiamana kemudian mendidik mereka agar mampu menanggung beban kekhalifahan sesuai amanah yang telah bergelantung dipundak setiap anak adam. 

Disinilah peran orang tua dibutuhkan, mendampingi  tumbuh kembang anak sesuai dengan fitrahnya. Jangan sampai anak kita nanti malah ikut arus dengan banyaknya isme-isme barat yang berkembang di indonesia yang menggerus habis moralitas anak bangsa.

Lagi-lagi saya mengutip 10 karakter kepribadian yang sangat luarbiasa yang dihimpun oleh Al imam Asy Syahid Hasan Al-Banna dari al-quran dan hadist. Lebih lengkapnya teman-teman bisa searching sendiri.

1. Saliimul A’giidah (bersih aqidahnya)

2. Shahiihul ‘ibaadah (ibadah yang benar sesuai Al-quran dan sunnah)

3. Matiinul khuluq (akhlak yang mulia)

4. Qowiyyul jims (kuat fisiknya)

5. Mutsaqoful fikri (luas wawasan berfikirnya)

6. Qodirun alal kasbi ( mandiri secara finansial)

7. Mujahidun linafsihi (mampu mengendalikan hawa nafsunya)

8. Haritsun ‘ala waqtihi ( menjaga waktu)

9. Munazhom fii su’unihi (mampu mengatur urusanya dengan rapa dan tertata)

10. Naafiun lighoirihi ( keberadaannya memberikan kebermanfaatan bagi orang lain)

Banyak hal yang kemudian harus kita persiapkan untuk menjadi seorang ibu, salah satunya adalah berilmu. Semoga kita bisa menjadi ibu-ibu terbaik nantinya. Sekian dan salam hangat

Komentar

Postingan Populer