Langsung ke konten utama

Unggulan

Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu.  Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian?  Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...

Perempuan dan Perannya Dalam Membangun Bangsa

PEREMPUAN DAN PERANNYA DALAM MEMBANGUN BANGSA

Oleh : Surya Arafah
Jika kalian para perempuan sedang berfikir hidup enak untuk diri sendiri, saya akan memaksa kita semua untuk mengembalikan cita-cita itu. Kenapa? Jumlah penduduk indonesia pda tahun 2019 diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa. Menurut jenis kelamin, jumlah tersebut terdiri atas 134 juta jiwa laki-laki dan 132,89 juta jiwa perempuan.

Hampir setengah penduduk indonesia adalah perempuan. Jadi membangun perempuan artinya membangun indonesia. Jika semua perempuan berfikir dan melakukan kontribusi untuk negara,indonesia pasti menjadi negara yang maju dari segi SDM nya.

Seorang yang agung, Rosulullah SAW dalam suatu hadistnya pernah mengatakan “wanita adalah tiang negara, jika ia baik maka baiklah suatu negara, jika ia rusak rusaklah suatu negara. Mari melihat negara kita, sudahkah baik?
Kita mulai mengenal RA. Kartini tapi selain kartini, ada juga Dewi sartika yang mendirikan sekolah perempuan pertama, dan ada laksamana malahayati yang menjadi laksamana wanita pertama di dunia. Bahkan dari beberapa referensi yang dikatakan bahwa para pelacur saja punya dampak yang besar dalam proses kemerdekaan, mereka biasa menjadi informan untuk para pejuang yang berperang.

Zaman sekarang, kita punya menteri ekonomi, menteri luar negeri, bahkan pernah punya presiden perempuan. Di beberapa negara yang konservatif tidak gampang mencari wanita yang menduduki jabatan publik, apalagi sekelas presiden. Lalu tunggu apalagi? Indonesia sangat membutuhkan kontribusi kita, yah kita perempuan.

Di indonesia sendiri perempuan masih banyak mendapatkan kekerasan sekseual, setiap saat kita dihantui oleh maraknya kejahatan seksual, bahkan di ruang ruang privat sekalipun, kemudian banyak pernikahan diri yang menyebabkan perceraian. Saya sendiri yakin, semua perempuan ingin menunjukan eksistensi dan kotribusinya untuk banga.
Tapi lihat,banyak perempuan yang justru butuh untuk ditolong dan diperjuangkan, kalau bukan kita kaum yang terpelajar, terdidik, yang mendapatkan kesempatan kuliah dan menuntu ilmu dan hidup dalam kondisi nyaman dan tidak ingin memperjuangkan itu, lalu kita mengandalkan siapa? Atau tepatnya negara kita akan mengandalkan siapa? Lalu kita mulai dari mana? Mulialah dari meningkatkan kapasitas diri.

Menurut data yang dikeluarkan oleh World Bank 2016, sebagian besar orang indonesia masih funcionally literate,kasarnya funcionally literate dijelaskan sebagai kemampuan memahami maksud dari suatu teks/bacaan, dan bisa dikatakan bahwa kita kesulitan memahami maksud dari bacaan itu sendiri. Ada beberapa sebab, terutama adalah karena daya baca kita rendah.
Dari sini, saya ingin mengajak kita para perempuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri dengan banyak membaca buku daripada membaca kolom komentar netizer, agar kita tidak sibuk termakan hoax dan lebih menghabiskan waktu untuk hal yang produktif. Kemudian perluas jaringan kebaikan melalui berbagai cara .

Di indonesia sendiri sebagian besar  penduduknya sudah menggunakan HP, ini ladang menebar kebaikan. Sampaikan hal-hal positif untuk pencerdasan masyarakat alih-alih menggunakan medsos untuk nyinyir kepada orang lain. Geng Y-Z sekarang lebih cenderung melihat internet daripada TV, jadi ini benar-benar kesempatan kontribusi yang luas dan mudah. Ini hanya dua cara sederhan. Saya yakkin teman-teman punya lebih banyak rencana cara yang akan dilakukan.
Lagi-lagi mengutip hadist Rasulullah “ sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain” yuk para perempuan bergerak dan ambil peran.

Semoga bermanfaat dan salam bangat dari penulis.
Si fakir ilmu:)
Perempuan pembelajar

Komentar

Postingan Populer