Manusia berlari beradu dengan waktu, ada yang sekedar bertahan karena enggan mati, ada yang sedang mencari makna hidup, ada yang sudah menemukan pencariannya, pun ada yang hidup hanya sekedar hidup. Di sudut salah satu kota, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menata kembali hatinya, semenjak ditinggal pergi oleh sang pujaan hati, laki-laki yang ingin sekali ia baktikan seumur hidupnya. Bukan karena maut, tapi konon karena ketenangan yang tak kunjung laki-laki itu dapatkan dari gadis itu. Lalu gadis itu berfikir dalam kesedihannya, bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun saling mengenal dan berjanji akan sehidup semati, baru sekarang ia berkata demikian? Ia tersadar, siapa dia yang punya kuasa untuk menahan orang yang ingin pergi? ia tak punya kekuatan untuk meyakinkan orang yang memang enggan yakin dan ia tak punya kendali atas hati yang ingin berpaling. Lalu sekarang gadis itu kebingungan, masih menimbang-nimbang apa yang terjadi. Ia mencari tenang, ke berbagai tem...
Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pemberdayaan Mahasiswa Sebagai Katalisator Ekonomi Syariah di Era Millenial
Pemberdayaan Mahasiswa sebagai katalisator ekonomi syariah di Era Millennial.
Oleh : Surya Arafah
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum warohmatullahi warokatuh.
Islam adalah agama yang sempurna,bukan hanya sekedar sholat, puasa dan zakat yang di atur didalamnya, tetapi dia mengatur semua aspek kehidupan secara keseluruhan, dan didalamnya termasuk tatacara dalam Bermuamalah.
Salah satu tolak ukur dalam kemajuan suatu peradaban yaitu dari muamalah nya. Ada yang salah dari sistem muamalah kita, dan anehnya kita juga menjadi bagian dari sistem itu.
Sebelum kita membahas lebih dalam lagi, sedikit saya jelaskan apa itu katalisator. Di dalam KBBI katalisator berarti zat atau sesuatu yang mempercepat terjadinya perubahan.
Mahasiswa sebagai agent of change memiliki peran yang besar dalam menggerakan dan membumikan ekonomi islam ataupun ekonomi syariah ini sendiri.
Indonesia sebagai negara yang pendudukannya mayoritas beragama islam, sepatutnya ekonomi syariah itu sendiri bisa berkembang pesat disini, tetapi kenyataannya tidak.
Masyarakat indonesia dalam proses perniagaannya masih sangat jauh dari prinsip ekonomi islam itu sendiri. Padahal sudah sangat banyak lembaga-lembaga keuangan baik itu bank maupun non bank yang siap memberikan dana maupun menghimpun dana dari masyarakat yg sudah syariah.
Lantas muncul pertanyaan, apa yg menyebabkan ini semua terjadi?kuncinya ada di diri kita sendiri. Sejauh mana anda menerapkan ekonomi islam dikehidupan anda?
Kesadaran masyarakat indonesia sendiri masih sangat kurang, mereka sadar bahwa itu tidak baik, tetapi karena budaya yang sudah mengakar membuat mereka sulit untuk melepaskannya. Taukah anda definisi orang fasik Itu apa?yaitu orang yang sudah tau syariat tapi masa bodoh.
Dan kita harus ingat, bukan hanya saja bank ataupun lembaga keuangan konvensional lain yg memakan Riba itu sendiri, tetapi kita sebagai nasabahpun ikut andil menikmati dosa riba.
Bagaimana kemudian Mahasiswa sebagai katalisator bisa membumikan eknomi islam?
Kita bisa menggunakan media sosial sebagai alat untuk membumikan ekonomi islam itu sendiri, karena dari hasil penelitian bahwa 50% dari populasi dunia sudah menggunakan internet.
Setelah kita *mengetahui* pentingnya penerapan ekonomi islam dan bahaya riba,selanjutnya kita harus *memahami*, *mengaplikasi* dan *menduplikasi* informasi ataupun ilmu yang didapat tentang ekonomi islam.
Karena tahu itu bermasalah😬dan sekarang anda sudah tau.
#ayok_beralih_ke_syariah
#stop_Riba
#berkah_bersama_syariah
Oleh : Surya Arafah
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum warohmatullahi warokatuh.
Islam adalah agama yang sempurna,bukan hanya sekedar sholat, puasa dan zakat yang di atur didalamnya, tetapi dia mengatur semua aspek kehidupan secara keseluruhan, dan didalamnya termasuk tatacara dalam Bermuamalah.
Salah satu tolak ukur dalam kemajuan suatu peradaban yaitu dari muamalah nya. Ada yang salah dari sistem muamalah kita, dan anehnya kita juga menjadi bagian dari sistem itu.
Sebelum kita membahas lebih dalam lagi, sedikit saya jelaskan apa itu katalisator. Di dalam KBBI katalisator berarti zat atau sesuatu yang mempercepat terjadinya perubahan.
Mahasiswa sebagai agent of change memiliki peran yang besar dalam menggerakan dan membumikan ekonomi islam ataupun ekonomi syariah ini sendiri.
Indonesia sebagai negara yang pendudukannya mayoritas beragama islam, sepatutnya ekonomi syariah itu sendiri bisa berkembang pesat disini, tetapi kenyataannya tidak.
Masyarakat indonesia dalam proses perniagaannya masih sangat jauh dari prinsip ekonomi islam itu sendiri. Padahal sudah sangat banyak lembaga-lembaga keuangan baik itu bank maupun non bank yang siap memberikan dana maupun menghimpun dana dari masyarakat yg sudah syariah.
Lantas muncul pertanyaan, apa yg menyebabkan ini semua terjadi?kuncinya ada di diri kita sendiri. Sejauh mana anda menerapkan ekonomi islam dikehidupan anda?
Kesadaran masyarakat indonesia sendiri masih sangat kurang, mereka sadar bahwa itu tidak baik, tetapi karena budaya yang sudah mengakar membuat mereka sulit untuk melepaskannya. Taukah anda definisi orang fasik Itu apa?yaitu orang yang sudah tau syariat tapi masa bodoh.
Dan kita harus ingat, bukan hanya saja bank ataupun lembaga keuangan konvensional lain yg memakan Riba itu sendiri, tetapi kita sebagai nasabahpun ikut andil menikmati dosa riba.
Bagaimana kemudian Mahasiswa sebagai katalisator bisa membumikan eknomi islam?
Kita bisa menggunakan media sosial sebagai alat untuk membumikan ekonomi islam itu sendiri, karena dari hasil penelitian bahwa 50% dari populasi dunia sudah menggunakan internet.
Setelah kita *mengetahui* pentingnya penerapan ekonomi islam dan bahaya riba,selanjutnya kita harus *memahami*, *mengaplikasi* dan *menduplikasi* informasi ataupun ilmu yang didapat tentang ekonomi islam.
Karena tahu itu bermasalah😬dan sekarang anda sudah tau.
#ayok_beralih_ke_syariah
#stop_Riba
#berkah_bersama_syariah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar